Peringatan Hari Ibu. (Foto: MI/Moch. Irfan)
Peringatan Hari Ibu. (Foto: MI/Moch. Irfan)

Sahroni: Jangan Pernah Memarahi Ibu

Nasional hari ibu
25 Desember 2018 09:36
Jakarta: Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menekankan peran ibu sebagai penanam moral yang membentuk karakter dan kepribadian baik anak. Hal itu dikemukakan Sahroni memaknai Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember. 

Dalam berbagai kesempatan berbagi kiat sukses menjadi pengusaha hingga akhirnya terjun di dunia politik, Sahroni selalu berpesan kepada anak muda untuk tak sekali pun melawan ibu. Selain kepribadian, kemampuan, keuletan, dan modal, doa ibu adalah kunci lain dari keberhasilannya menjadi pengusaha.

"Terbentuknya kepribadian yang kuat tak lepas dari didikan seorang ibu dalam menanamkan moral kepada anaknya,” ujar Sahroni melalui pesan singkat, Selasa, 25 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Menurutnya, doa paling dahsyat adalah dari ibu yang telah bersusah payah melahirkan. "Jangan pernah memarahi ibu,” pesannya. Politisi NasDem yang kembali menjadi caleg ini bersyukur sejak kecil digembleng oleh ibu dan neneknya tentang moral kehidupan. Kedua sosok wanita inilah yang membuat Sahroni tak terjerat dalam pusaran narkoba ataupun premanisme yang terkenal di wilayah tempat tinggalnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Belajar dari pengalaman hidupnya saat melakukan reses dan sosialisasi empat pilar di berbagai wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat, presiden McLaren Club Indonesia ini selalu berpesan kepada mak-mak untuk mengajarkan moral kepada anak-anaknya. Dan berani mewujudkan mimpi.

Baca: Kesetaraan Gender dan Peringatan Hari Ibu

Hernawati Peggi, ibunda Ahmad Sahroni, mengaku bangga putranya berhasil membalikkan anggapan miring terhadap keluarganya dengan kesuksesan yang diraih saat ini. Sebagai seorang ibu, Bunda Peggi, panggilan akrabnya, mengaku akan selalu mendukung Sahroni, termasuk dalam kegiatan politiknya. 

Peggi menceritakan, ketika kehidupan Sahroni mulai menanjak, tak jarang komentar miring diarahkan kepada keluarganya. Bahkan tudingan menggunakan hal gaib kerap dia dengar. Mendengar celotehan itu, Peggi membalasnya dengan komentar santai namun tajam.

“Pernah ada yang bilang Sahroni jadi kaya dengan ngepet. Saya balas dengan komentar, anak saya bukan ngepet tapi ngepot. Waktu orang-orang masih banyak yang tidur setelah subuh, Sahroni sudah keluar dari rumah untuk mencari nafkah,” kenang Peggi.





(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi