Brisbane: Pelukis Indonesia sangat diperhitungkan di Australia. Karya Zico Albaiquni bahkan menjadi sampul katalog Pameran Seni Kontemporer Asia Pasifik, Asia Pacific Triennial of Contemporary Art (APT9) di Gallery of Modern Art (QAGOMA) Brisbane, Australia.
"Kami memilih karya Zico sebagai sampul katalog karena Saya merasa karyanya sangat berani, baru, dan berbeda. Sangat menarik," tegas Curator Asian Art Tarun Nagesh ditemui di QAGOMA, Brisbane, Australia, Jumat, 1 Maret 2019, waktu setempat.
Tarun Nagesh, kurator, berfoto di depan karya Zico albaiquni yang dijadikan sampul katalog APT9/Medcom.id/OJE
Tarun Nagesh membeberkan, Zico menyatukan banyak referensi dalam satu lukisan. Ia memberi sentuhan sejarah Indonesia maupun kisah pribadi dalam setiap lukisan.
Zico, terang dia, mendalami bagaimana penikmat seni lokal maupun asing berinteraksi dan menuangkannya dalam karya. Tak jarang, Zico bepergian demi menunjukkan karyanya ke berbagai komunitas.
"Dia juga memasukkan aspek tradisional Sunda ke dalam karyanya," beber Tarun Nagesh.
Zico juga kerap mengangkat tema seni Islam traditional hingga kelompok fundamentalis di Indonesia. Karya-karya itu merefleksikan Indonesia saat ini.
Salah satu karya Zico Albaiquni yang memuat gambar Rizieq Shihab/Medcom.id/OJE
Medcom.id melihat langsung salah satu lukisan Zico menggambarkan barisan ulama, termasuk Rizieq Shihab. Pada lukisan itu, Rizieq bergandengan tangan dan berjalan bersama ulama-ulama lain.
"Zico melihat dirinya sebagai bagian sejarah panjang pelukis Indonesia. Dia juga menyadari karyanya menjadi komoditas di dunia seni," terang dia.
Menurut Tarun Nagesh, Zico sangat mempertimbangkan fungsi seni di masa lalu. Ia juga meyakini sejarah seni menjadi batu loncatan pengembangan bidang itu di masa depan.
Karya Aditya Novali/Medcom.id/OJE
Tak hanya Zico, karya mengesankan milik Aditya Novali juga dipamerkan di QAGOMA. Aditya membuat karya berupa kotak-kotak kecil yang disusun menyerupai bangunan apartemen. Ia membuat seni instalasi yang menggambarkan sketsa habitat perkotaan di Tanah Air.
Karya Alia Nurvista, dilengkapi mural/Medcom.id/OJE
Alia Nurvista berbeda. Karya seniman Yogyakarta ini membuat karya soal gula. Ia dibantu perajin lokal dalam pengerjaan karya.
Karya patung gula berukuran besar dan berbentuk perhiasan itu didukung mural yang menggambarkan perjalanan sejarah gula. Ia juga menceritakan rumitnya sejarah gula, termasuk hubungannya dengan eksplorasi global.
Karya Handiwirwan Saputra/Medcom.id/OJE
Ada pula Handiwirman Saputra dengan karya seni dari barang-barang di sekitarnya. Karya Handiwirman dianggap memikat karena berkonsep unik.
"Bahan-bahan yang tidak umum dilihat, Ia kreasikan. Bahan plastik bisa disatukan dengan karet silikon, busa, kertas, kain, dan bahan sintetis lainnya. Sangat genius,"tegas Tarun Nagesh.
Brisbane: Pelukis Indonesia sangat diperhitungkan di Australia. Karya Zico Albaiquni bahkan menjadi sampul katalog Pameran Seni Kontemporer Asia Pasifik, Asia Pacific Triennial of Contemporary Art (APT9) di Gallery of Modern Art (QAGOMA) Brisbane, Australia.
"Kami memilih karya Zico sebagai sampul katalog karena Saya merasa karyanya sangat berani, baru, dan berbeda. Sangat menarik," tegas Curator Asian Art Tarun Nagesh ditemui di QAGOMA, Brisbane, Australia, Jumat, 1 Maret 2019, waktu setempat.
Tarun Nagesh, kurator, berfoto di depan karya Zico albaiquni yang dijadikan sampul katalog APT9/Medcom.id/OJE
Tarun Nagesh membeberkan, Zico menyatukan banyak referensi dalam satu lukisan. Ia memberi sentuhan sejarah Indonesia maupun kisah pribadi dalam setiap lukisan.
Zico, terang dia, mendalami bagaimana penikmat seni lokal maupun asing berinteraksi dan menuangkannya dalam karya. Tak jarang, Zico bepergian demi menunjukkan karyanya ke berbagai komunitas.
"Dia juga memasukkan aspek tradisional Sunda ke dalam karyanya," beber Tarun Nagesh.
Zico juga kerap mengangkat tema seni Islam traditional hingga kelompok fundamentalis di Indonesia. Karya-karya itu merefleksikan Indonesia saat ini.
Salah satu karya Zico Albaiquni yang memuat gambar Rizieq Shihab/Medcom.id/OJE
Medcom.id melihat langsung salah satu lukisan Zico menggambarkan barisan ulama, termasuk Rizieq Shihab. Pada lukisan itu, Rizieq bergandengan tangan dan berjalan bersama ulama-ulama lain.
"Zico melihat dirinya sebagai bagian sejarah panjang pelukis Indonesia. Dia juga menyadari karyanya menjadi komoditas di dunia seni," terang dia.
Menurut Tarun Nagesh, Zico sangat mempertimbangkan fungsi seni di masa lalu. Ia juga meyakini sejarah seni menjadi batu loncatan pengembangan bidang itu di masa depan.
Karya Aditya Novali/Medcom.id/OJE
Tak hanya Zico, karya mengesankan milik Aditya Novali juga dipamerkan di QAGOMA. Aditya membuat karya berupa kotak-kotak kecil yang disusun menyerupai bangunan apartemen. Ia membuat seni instalasi yang menggambarkan sketsa habitat perkotaan di Tanah Air.
Karya Alia Nurvista, dilengkapi mural/Medcom.id/OJE
Alia Nurvista berbeda. Karya seniman Yogyakarta ini membuat karya soal gula. Ia dibantu perajin lokal dalam pengerjaan karya.
Karya patung gula berukuran besar dan berbentuk perhiasan itu didukung mural yang menggambarkan perjalanan sejarah gula. Ia juga menceritakan rumitnya sejarah gula, termasuk hubungannya dengan eksplorasi global.
Karya Handiwirwan Saputra/Medcom.id/OJE
Ada pula Handiwirman Saputra dengan karya seni dari barang-barang di sekitarnya. Karya Handiwirman dianggap memikat karena berkonsep unik.
"Bahan-bahan yang tidak umum dilihat, Ia kreasikan. Bahan plastik bisa disatukan dengan karet silikon, busa, kertas, kain, dan bahan sintetis lainnya. Sangat genius,"tegas Tarun Nagesh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)