Cerita Jokowi Sempat Dilarang Mengunjungi Nduga
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana Widodo didampingi Gubernur Papua Barat Lukas Enembe, dan Bupati Merauke Frederikus Gebze. Foto: Istana Kepresidenan.
Bogor: Presiden Joko Widodo bercerita pengalamannya pertama kali menginjakkan kaki di Nduga, Papua. Saat itu, infrastruktur di Nduga belum terbangun, sehingga harus berjalan kaki hingga empat hari untuk menuju daerah tersebut.

Namun, dia mengaku bersikeras untuk tetap jalan ke Nduga. Dia pun mencari alternatif transportasi lain untuk sampai ke daerah yang masuk daftar merah atau rawan tersebut.

"Tahun 2016 saya ke Kabupaten Nduga. Karena enggak ada jalan, harus empat hari jalan kaki, saya pakai helikopter," kata Jokowi di hadapan peserta konferensi mahasiswa nasional, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Desember 2018.


Baca: Senjata KKB Hasil Rampasan

Dia mengaku sempat ditentang Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI saat itu Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Badan Intelijen Negara (BIN). Alasannya, keamanan.

"Pak, jangan ke sana, daerah ini memang masih kondisi yang perlu pendekatan," ujar Jokowi meniru pernyataan jajarannya saat itu.

Namun, dia bersikeras ingin ke Nduga. Dia kemudian memerintahkan jajarannya mempersiapkan kunjungannya ke Nduga.

"Saya sampaikan saat itu, 'Enggak, saya mau ke Nduga, naik helikopter ke sana, dua hari lagi mau ke sana'. Pertama enggak boleh, setelah saya sampaikan, saya perintahkan 'Pokoknya dua hari lagi mau ke sana, urusan keamanan, urusanmu, urusanmu, urusanmu'," ujar dia.

Mendapat perintah tersebut, anak buahnya langsung bergerak untuk mempersiapkan kunjungan Jokowi ke Nduga. Dia kemudian terbang ke Nduga.

Sesampainya di Nduga, dia kaget dengan kondisi daerah tersebut. Jalanan beraspal tak ada, akses ke tempat tinggal masyarakat setempat juga sulit.

Dia sempat bertanya ke bupati setempat soal keberadaan masyarakat. Saat itu, bupati tersebut menyampaikan masyarakat tinggal di distrik-distrik. Menuju ke distrik tersebut membutuhkan waktu enam jam sambil berjalan kaki.

Baca: Aksi KKB Mencederai Upaya Pemerintah Membangun Papua

Akhirnya, dia pun hanya bertemu dengan puluhan masyarakat yang ada di sekitar pasar setempat. "Saya mau lihat pasar, hanya ada mungkin 80 sampai 90 orang," ucap dia.

Pemerintah kini tengah membangun infrastruktur di Nduga. Pembangunan jalan tersebut masuk dalam program Trans Papua untuk menghubungkan daerah-daerah yang terisolasi.

Program itu menghubungkan Papua Barat dan Papua. Membentang dari Kota Sorong di Papua Barat hingga Merauke di Papua, dengan total panjang mencapai 4.330,07 kilometer. 



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id