Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Kementerian Kesehatan tengah menjajaki kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuat reagen khusus. Nantinya, reagen ini bisa mendeteksi varian baru covid-19, Omikron.
Menkes menjelaskan selain tes Whole Genome Sequencing (WGS), Indonesia menggunakan tes polymerase chain reaction (PCR) dengan reagen yang bisa mendeteksi S Gene Target Failure (SGTF). Reagen adalah cairan senyawa kimia yang digunakan dalam tes PCR.
Namun, untuk mendapatkan SGTF, pemerintah masih mengimpor dari negara lain. "Semoga dalam waktu dekat bisa bikin reagen yang mendeteksi SGTF untuk Omikron," ujar Budi.
Budi menjelaskan pada kasus Omicron, mutasi membuat salah satu protein yang biasanya ada pada virus menjadi tidak terdeteksi. Protein yang hilang itu bernama "S-gene". Apabila saat tes PCR, tidak terdeteksi S-gen pada sampel tersebut, maka kemungkinkan besar kasus itu adalah Omicron.
Walaupun tidak bisa menentukan keberadaan dan tingkat antibodi (titer) 100 persen, Menkes menyakini tes PCR dengan SGTF bisa menjadi tahap awal mendeteksi kasus Omikron. Alat ini dapat bekerja lebih cepat, yakni 4-5 jam.
Baca: Pengetatan Pintu Masuk Dinilai Efektif Cegah Penyebaran Omicron
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan