Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa. Antara/Syaiful Arif
Kapal selam KRI Nanggala-402 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa. Antara/Syaiful Arif

Pengamat: Seluruh Kapal Selam Indonesia Mustahil Diparkir

Nur Azizah • 23 April 2021 12:57
Jakarta: Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi tak sepakat dengan usulan menyetop operasi kapal selam Indonesia untuk sementara waktu. Menurut Khairul, kebijakan memarkir alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis tersebut tidak tepat.
 
"Kita tidak mungkin memarkir kapal selam yang kita miliki hanya karena persoalan ini," kata Fahmi dalam Breaking News Metro TV, Jakarta, Jumat, 23 April 2021.
 
Fahmi menyebut Indonesia hanya punya lima kapal selam untuk menjaga seluruh wilayah perairan. Indonesia tak mungkin hanya mengandalkan kapal permukaan laut untuk menjaga wilayah kedaulatan.

"Perairan kita sangat luas dan sebagian besar laut dalam. Kehadiran kapal selam kita sangat penting jadi tidak mungkin diparkir," ujarnya.
 
Hal terpenting yang saat ini dilakukan Indonesia adalah meningkatkan kualitas maintenance, repair, and operation (MRO). Ia berharap tenggelamnya kapal selam Nanggala-402 tidak dialami alutsista kemaritiman lain.
 
KRI Nanggala-402 hilang kontak saat latihan penembakan torpedo di perairan utara Bali. Kapal selam dengan 53 awak itu diduga berada di palung laut sedalam 600-700 meter.
 
Baca: Hari Ini, Pencarian KRI Nanggala-402 Dimaksimalkan
 
Sebanyak 21 armada dikerahkan mencari KRI Naggala-402. Antara lain KRI Rigel-933, KRI REM-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Dipenogoro-365, dan KRI DR Soeharso. Kemudian, satu helikopter seri Panther.
 
TNI mengerahkan 400 personel. Ratusan prajurit TNI AL itu akan menyisir perairan Bali mencari keberadaan kapal selam tersebut. Sementara itu, Polri juga mengerahkan empat kapal yakni jenis sonar dan robotik, yang memiliki kemampuan menyelam.
 
Kapal dari negara sahabat juga segera tiba. Kapal Rescue MV Swift dari Singapura dijadwalkan tiba Sabtu, 24 April 2021, dan Kapal Rescue Mega Bakti dari Malaysia tiba pada Senin, 26 April 2021.
 
Kapal Malaysia itu tengah dalam perjalanan. Kapal asing lainnya yang juga dalam perjalanan yakni HMAS Ballarat dan HMAS Sirius dari Australia, satu kapal India, serta pesawat mata-mata dan penjaga maritim Amerika Serikat (AS) P-8 Poseidon.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>