Kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Foto: MI/Ramdani
Kampanye pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Foto: MI/Ramdani

Pasar Tebet Mulai Tinggalkan Kantong Plastik

Nasional kantong plastik
Siti Yona Hukmana • 22 Januari 2020 04:35
Jakarta : Pasar Tebet Barat dan Timur, Jakarta Selatan mulai meninggalkan kantong plastik. Pasar rakyat itu dipilih sebagai percontohan gerakan pengurangan kantong plastik sekali pakai oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
 
"Kita ingin coba di Pasar Tebet Barat dan Tebet Timur, karena ada semangat yang luar biasa dari RT, RW di sini," kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji, seperti dilansir dari Antara, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Selain itu, menurut Isnawa ada kemauan yang kuat juga dari pemerintah kecamatan dan kelurahan serta PD Pasar Tebet Barat dan Pasar Tebet Timur untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Di lain sisi, memang pusat perbelanjaan, toko, swalayan, dan pasar rakyat dilarang menggunakan plastik sekali pakai. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena ada semangat itu saya coba pasar ini jadi proyek contoh untuk memulai gerakan ini," ujar Isnawa.
 
Isnawa mengatakan, langkah ini dilakukan juga untuk mengurangi sampah sebanyak 20 hingga 22 persen. Hal itu sesuai dengan kebijakan dan strategi daerah (Jakstrada) yang dikeluakan Kementerian Lingkungan Hidup kepada semua kepala daerah provinsi, maupun kota dan kabupaten.
 
Untuk memulai gerakan mengurangi penggunaan kantong plastik di pasar rakyat itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan mendapat dukungan dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, para lurah, camat, Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Sudin LH, serta Perusahaan Daerah (PD) Pasar.
 
"Tidak hanya mengurangi kantong kresek, kita juga ingin mengajak masyarakat tidak lagi menggunakan sedotan plastik dan kemana-mana membawa botol minum sendiri, membawa kantong belanja ramah lingkungan," imbuhnya
 
Di sisi lain, camat dan lurah di Jakarta Selatan didorong untuk membuat bank-bank sampah disetiap RT, sekolah, dan kantor-kantor kecamatan. Dengan upaya tersebut, lanjut Isnawa, pihaknya optimistis target 22 persen pengurangan sampah per tahunnya bisa dilakukan.
 
"Sehingga angka 22 persen menjadi target kita mengurangi sampah dari sumbernya dapat tercapai." pungkas dia.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif