Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi  Tjahjo Kumolo. Foto Medcom.id/Adin.
Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo. Foto Medcom.id/Adin.

Kementerian Berhak Atur Sistem Kerja ASN

Nasional ASN Kerja di Rumah
Theofilus Ifan Sucipto • 22 November 2019 17:31
Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo menyebut mekanisme aparatur sipil negara (ASN) kerja dari rumah diatur masing-masing lembaga. Terpenting, performa kerja ASN tidak menurun.
 
"Masing-masing kepala pemerintahan dan kepala lembaga punya kewenangan untuk mengatur sistem dan mekanisme yang ada di instansinya," kata Tjahjo di Redtop Hotel, Jakarta Pusat, Jumat 22 November 2019.
 
Tjahjo menyebut setiap pemimpin berhak mengatur cara berpakaian, proses penugasan hingga evaluasi kerja. Namun, dia mengingatkan ASN untuk mencapai target meski bekerja dari rumah atau jarak jauh.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Yang penting memastikan program kerja berhasil dan target waktunya tercapai dengan baik," ujarnya.
 
Politisi PDI Perjuangan itu yakin setiap kepala daerah menyambut baik wacana itu. Sebab, kata Tjahjo, tujuan wacana itu adalah mempersingkat proses dan pengambilan keputusan.
 
Sementara itu, Tjahjo menyebut tidak ada perbedaan pengeluaran atau pendapatan jika wacana itu diterapkan. Pengeluaran instansi tidak akan bertambah dan pendapatan ASN tidak akan berkurang.
 
"Kita ingin membuat ASN lebih efektif, efisien, dalam bekerja outputnya lebih banyak dan memangkas rutinitas," pungkasnya.
 
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa merancang skema kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tanpa harus ke kantor (telecommuting).
 
"Ada konsep kalau kerja lebih enak yang fleksibel kan, nah mungkin generasi-generasi ke depan juga akan dengan cara-cara seperti itu. Jadi kenapa enggak kita akomodasi," kata Suharso Monoarfa.
 
Bappenas bakal menguji coba konsep kerja itu kepada 1.000 pegawainya pada 1 Januari 2020. Jika berhasil, bukan tidak mungkin konsep kerja tanpa kantor akan diterapkan di Ibu Kota baru
 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif