Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id/Siti Yona
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id/Siti Yona

Menhub Harap KA Bandara Tingkatkan Kecepatan Perjalanan

Nasional kereta bandara
Husen Miftahudin • 06 Oktober 2019 00:06
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengharapkan pengelola Kereta Api (KA) Bandara, PT Railink, meningkatkan kecepatan perjalanan. Upaya itu diyakini mampu mendorong tingkat keterisian penumpang (okupansi) moda transportasi dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta.
 
Sebab, hingga saat ini tingkat okupansi KA Bandara masih sepi penumpang. Meski Budi mengklaim tingkat keterisian penumpang KA Bandara sudah lebih dari 50 persen.
 
"Sebenarnya (mendorong tingkat okupansi penumpang KA Bandara) yang paling efektif itu kalau kita bisa mengatur kecepatan lebih tinggi," ujar Budi saat melepas perjalanan KA Bandara dari Stasiun Manggarai, Jalan Manggarai Utara, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu, 5 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, sambungnya, untuk meningkatkan okupansi penumpang KA Bandara bisa dengan memperpendek waktu antara dua kereta api atau headway.
 
"Karena dengan headway yang lebih pendek maka kesempatan orang mengefisienkan waktu itu lebih bagus. Jadi kami memberikan masukan kepada Railink, PT KAI, untuk memperhatikan kecepatan dan headway. Jadi kalau sudah dimungkinkan bisa lebih pendek, (tingkat okupansi penumpang KA Bandara) bisa lebih baik," sebut Budi.
 
Namun, langkah untuk meningkatkan kecepatan perjalanan dan memperpendek headway diakui perlu pembangunan jalur khusus. Namun, upaya itu kerap terkendala waktu dan sulitnya pembebasan lahan.
 
"Pasti akan ada keluhan karena pembangunan belum selesai. Kami punya dua hambatan satu pembebasan tanah, kedua untuk membangun (hanya) empat jam," tuturnya.
 
Sebagai langkah sementara, Railink memberi harga promo bagi pengguna jasa layanan KA Bandara. Pengguna KA Bandara yang naik dari Stasiun Manggarai misalnya, tarif tiket sementara hanya sebesar Rp40 ribu per perjalanan. "Saya pikir promo (yang) bisa dilakukan," tutup Budi.

 

(NUR)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif