Peneliti IDEAS Siti Nur Rosifah. Foto: Medcom.id/Zakaria Habib.
Peneliti IDEAS Siti Nur Rosifah. Foto: Medcom.id/Zakaria Habib.

IDEAS: Orang Miskin Sulit Naik Kelas

Nasional kemiskinan
Zakaria Habib • 14 Januari 2020 23:20
Jakarta: Hasil penelitian dari Institute For Demographic and Poverty Studies (IDEAS) menemukan bahwa orang miskin sulit untuk lepas dari kelas tersebut dan naik menjadi kelompok yang lebih sejahtera.
 
Menurut peneliti IDEAS Siti Nur Rosifah, Pada konteks pekerjaan dan sumber penghasilan orang tua, anak-anak mereka semakin sulit menyamai apalagi melebihi status ekonomi dan sosial yang sudah diraih orang tuanya.
 
“Orang miskin hari ini menghadapi lingkungan yang semakin keras. Orang miskin hari ini juga adalah orang miskin kemarin, dengan menanggung berbagai keterbelakangan yang kronis," kata Siti pada diskusi pemaparan hasil riset #IDEASTalk di Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka menghadapi kekurangan sumber daya dan kesulitan yang terus berlipat dari hari ke hari, menghadapi kesulitan yang persisten, sejak usia dini hingga tua, menanggung keterbelakangan ekonomi dan sosial, yang terwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," lanjutnya.
 
Berdasarkan data yang dihimpun IDEAS dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) dalam rentang 21 tahun terakhir (1993-2014), ditemukan bukti empiris bahwa kelompok kaya jauh lebih mampu mempertahankan kesejahteraannya dibandingkan kelompok miskin.
 
“Dari 3.319 anak yang besar di keluarga tidak miskin pada 1993, 96,6 persen diantaranya mampu menjaga tingkat kesejahteraannya dan tidak miskin pada 2014. Hanya 3,4 persen diantaranya yang jatuh menjadi miskin. Si kaya memiliki peluang jauh lebih besar untuk mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan ekonominya dibandingkan si miskin,” kata dia.
 
Dengan standar kemiskinan yang lebih tinggi, dari 2.120 anak yang besar di keluarga miskin pada 1993, hanya 57,8 persen diantaranya yang mampu naik ke kelas yang lebih tinggi pada 2014. Sedangkan 42,2 persen diantaranya tetap miskin. Dan dengan standar kemiskinan yang lebih tinggi, dari 1.612 anak yang besar di keluarga tidak miskin pada 1993, hanya 80,7 persen diantaranya yang mampu bertahan sebagai kelas menengah di 2014.
 
“Pandangan umum menyatakan bahwa keberhasilan ekonomi seseorang ditentukan oleh kecerdasan, keahlian, kerja keras dan keberanian mengambil resiko usaha. Namun pada kenyataannya kekayaan yang diwariskan keluarga, orang tua dan lingkungan keluarga, serta koneksi dan jaringan sosial, memiliki pengaruh yang lebih kuat,” tutup Siti.

 

(BOW)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif