Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan reagen polymerase chain reaction (PCR) covid-19. Ini merupakan percobaan pertama yang dilakukan Indonesia.
"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset, BPPT, dan universitas telah mengembangkan rencana pengembangan reagen PCR. Saat ini sedang dalam proses untuk produksi percobaan pertama," ujar Ketua Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis, 23 April 2020.
Wiku mengatakan percobaan produksi ini dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan reagen. Sebab, reagen kini menjadi rebutan hampir seluruh negara yang terdampak covid-19.
"Masalah penyortiran reagen ini telah menjadi masalah yang konstan," kata dia.
Indonesia, terang dia, masih menggunakan reagen impor dari Korea Selatan untuk memenuhi kebutuhan negara. Ada 50 ribu reagen PCR yang telah didistribusikan ke seluruh laboratorium yang ada di Indonesia.
Baca: Tim Medis Covid-19 Unair Kehabisan Reagen
Kepala Labkesda DKI Jakarta Endra Muryanto sebelumnya mengatakan DKI Jakarta kekurangan reagen penguji virus korona (covid-19). Alat itu kini sangat sulit didapat.
"Karena sekarang semua mau reagen, (jadi) alat itu indent," kata Endra di Jakarta, Selasa, 21 April 2029.
Masalah dari stok reagen ada di distributor. Permintaan yang melonjak membuat distributor kewalahan dalam menyuplai reagen.
Endra berharap pemerintah pusat terus berusaha menyuplai reagen. Alat itu dinilai sangat penting untuk pendeteksian virus korona.
Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tengah mengembangkan reagen
polymerase chain reaction (PCR) covid-19. Ini merupakan percobaan pertama yang dilakukan Indonesia.
"Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Riset, BPPT, dan universitas telah mengembangkan rencana pengembangan reagen PCR. Saat ini sedang dalam proses untuk produksi percobaan pertama," ujar Ketua Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis, 23 April 2020.
Wiku mengatakan percobaan produksi ini dilakukan untuk mengatasi masalah ketersediaan reagen. Sebab, reagen kini menjadi rebutan hampir seluruh negara yang terdampak covid-19.
"Masalah penyortiran reagen ini telah menjadi masalah yang konstan," kata dia.
Indonesia, terang dia, masih menggunakan reagen impor dari Korea Selatan untuk memenuhi kebutuhan negara. Ada 50 ribu reagen PCR yang telah didistribusikan ke seluruh laboratorium yang ada di Indonesia.
Baca: Tim Medis Covid-19 Unair Kehabisan Reagen
Kepala Labkesda DKI Jakarta Endra Muryanto sebelumnya mengatakan DKI Jakarta kekurangan reagen penguji virus korona (covid-19). Alat itu kini sangat sulit didapat.
"Karena sekarang semua mau reagen, (jadi) alat itu
indent," kata Endra di Jakarta, Selasa, 21 April 2029.
Masalah dari stok reagen ada di distributor. Permintaan yang melonjak membuat distributor kewalahan dalam menyuplai reagen.
Endra berharap pemerintah pusat terus berusaha menyuplai reagen. Alat itu dinilai sangat penting untuk pendeteksian virus korona.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)