Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

PBNU Bakal Menyasar Persoalan Radikalisme

Kautsar Widya Prabowo • 12 Januari 2022 17:22
Jakarta: Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf mengatakan persoalan radikalisme menjadi salah satu fokus dalam program kerjanya ke depan. Selama ini radikalisme hanya mentok dalam perdebatan dalil.
 
"Ada dimensi yang sangat penting dalam soal ini, yaitu bahwa radikalisme itu soal pilihan politik. Orang memang memilih untuk menjadi radikal sebagai pilihan politik," ujar Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu, 12 Januari 2022.
 
Yahya mengatakan radikalisme dapat dilihat dari prespektif pilihan politik. Mayoritas yang memilih jalur radikal ialah individu yang menginginkan dunia kembali ke tatanan khilafah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gus Yahya sapaan akrab Yahya Cholil menegaskan bila radikalisme hanya dibawa dalam perdebatan dalil tidak akan selesai. Namun, harus melihat dampak besar apabila mengembalikan dunia ke tatanan khilafah.
 
"Maka kita harus meruntuhkan peradaban dunia ini sama sekali dengan meminta korban ratusan bahkan miliaran nyawa dari umat manusia. Ini sama sekali tidak bisa kita terima," tutur dia.
 
Baca: Gus Yahya Tunjuk Sejumlah Politikus di Kepengurusan PBNU
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif