Jakarta: Indonesia kembali menegaskan wajah inklusivitasnya melalui perayaan Harmoni Imlek Nusantara Imlek Festival 2026. Perayaan berskala nasional ini mengusung tema "Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda Tapi Tetap Satu". Menariknya, perayaan tahun ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menjadikannya momen langka untuk merayakan keberagaman sekaligus kerukunan antarumat beragama.
Festival ini tidak hanya sekadar panggung budaya, tetapi juga dirancang sebagai ruang temu kebangsaan dan penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM serta sektor pariwisata.
Puncak acara festival ini akan dipusatkan di Lapangan Banteng, Jakarta, pada tanggal 28 Februari 2026. Pemilihan lokasi ini sangat simbolis karena letaknya yang berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, merepresentasikan semangat persatuan dan kerukunan beragama di Indonesia.
Adapun kepanitiaan acara ini dipimpin oleh tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya, Irene Umar sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Veronica Tan sebagai Wakil Ketua Panitia Imlek Nasional, dan Mari Elka Pangestu sebagai Ketua Dewan Penasihat.
Perayaan Harmoni Imlek Nusantara 2026 menghadirkan rangkaian acara spektakuler yang dapat dinikmati masyarakat mulai pertengahan Februari hingga awal Maret. Kemeriahan ini dibuka dengan Festival Lentera yang berlangsung dari 13 Februari hingga 3 Maret 2026, di mana ruang-ruang publik dihiasi instalasi lampion indah yang melambangkan cahaya harapan bagi persatuan bangsa.
Seiring dengan masuknya bulan suci Ramadan, festival ini juga menghadirkan Pasar Kuliner, Seni & Kreatif pada 22 Februari hingga 1 Maret 2026. Area ini menjadi sangat istimewa karena melibatkan ratusan stan UMKM yang tidak hanya menawarkan produk kreatif, tetapi juga diproyeksikan sebagai destinasi utama masyarakat untuk berburu takjil dan berbuka puasa dalam suasana akulturasi yang hangat.
Di periode yang sama, pengunjung dapat meresapi nilai sejarah melalui Museum Terbuka, sebuah pameran edukatif yang menampilkan artefak serta narasi mendalam mengenai harmonisnya akulturasi budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Nusantara.
Baca Juga :
Imlek dan Ramadan Berdampingan, Prabowo: Momentum Persatuan dan Persaudaraan
Momentum yang paling dinantikan jatuh pada hari ini, tepatnya tanggal 28 Februari 2026, yang menjadi hari Puncak Perayaan sekaligus Parade Imlek Nusantara. Pada hari ini, langit dan jalanan akan semarak dengan kirab budaya yang menampilkan atraksi barongsai dan liong massal, berpadu dengan beragam pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, menegaskan pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan kita semua.
Selain di Jakarta, kemeriahan Imlek Festival 2026 juga diselenggarakan serentak di 11 kota besar lainnya di Indonesia, mulai dari Medan, Palembang, Solo, hingga Singkawang dan Manado. Hal ini membuktikan bahwa tradisi Imlek telah melebur menjadi bagian dari identitas bersama bangsa Indonesia.
(Fany Wirda Putri)
Jakarta: Indonesia kembali menegaskan wajah inklusivitasnya melalui perayaan
Harmoni Imlek Nusantara Imlek Festival 2026. Perayaan berskala nasional ini mengusung tema "Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda Tapi Tetap Satu". Menariknya, perayaan tahun ini terasa sangat istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan, menjadikannya momen langka untuk merayakan keberagaman sekaligus kerukunan antarumat beragama.
Festival ini tidak hanya sekadar panggung budaya, tetapi juga dirancang sebagai
ruang temu kebangsaan dan penggerak ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM serta sektor pariwisata.
Puncak acara festival ini akan dipusatkan di Lapangan Banteng, Jakarta, pada tanggal 28 Februari 2026. Pemilihan lokasi ini sangat simbolis karena letaknya yang berada di antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, merepresentasikan semangat persatuan dan kerukunan beragama di Indonesia.
Adapun kepanitiaan acara ini dipimpin oleh tokoh-tokoh berpengaruh, di antaranya, Irene Umar sebagai Ketua Umum Panitia Imlek Nasional, Veronica Tan sebagai Wakil Ketua Panitia Imlek Nasional, dan Mari Elka Pangestu sebagai Ketua Dewan Penasihat.
Perayaan Harmoni Imlek Nusantara 2026 menghadirkan rangkaian acara spektakuler yang dapat dinikmati masyarakat mulai pertengahan Februari hingga awal Maret. Kemeriahan ini dibuka dengan Festival Lentera yang berlangsung dari 13 Februari hingga 3 Maret 2026, di mana ruang-ruang publik dihiasi instalasi lampion indah yang melambangkan cahaya harapan bagi persatuan bangsa.
Seiring dengan masuknya bulan suci Ramadan, festival ini juga menghadirkan Pasar Kuliner, Seni & Kreatif pada 22 Februari hingga 1 Maret 2026. Area ini menjadi sangat istimewa karena melibatkan ratusan stan UMKM yang tidak hanya menawarkan produk kreatif, tetapi juga diproyeksikan sebagai destinasi utama masyarakat untuk berburu takjil dan berbuka puasa dalam suasana akulturasi yang hangat.
Di periode yang sama, pengunjung dapat meresapi nilai sejarah melalui Museum Terbuka, sebuah pameran edukatif yang menampilkan artefak serta narasi mendalam mengenai harmonisnya akulturasi budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Nusantara.
Momentum yang paling dinantikan jatuh pada hari ini, tepatnya tanggal 28 Februari 2026, yang menjadi hari Puncak Perayaan sekaligus Parade Imlek Nusantara. Pada hari ini, langit dan jalanan akan semarak dengan kirab budaya yang menampilkan atraksi barongsai dan liong massal, berpadu dengan beragam pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, menegaskan pesan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan kita semua.
Selain di Jakarta, kemeriahan Imlek Festival 2026 juga diselenggarakan serentak di 11 kota besar lainnya di Indonesia, mulai dari Medan, Palembang, Solo, hingga Singkawang dan Manado. Hal ini membuktikan bahwa tradisi Imlek telah melebur menjadi bagian dari identitas bersama bangsa Indonesia.
(
Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)