medcom.id, Jakarta: PT Pertamina (Persero) dianugerahi penghargaan oleh Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) di Balai Agung DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (20/5/2014). Penghargaan diberikan dalam rangka Malam Anugerah Seabad Indonesia 2045, dan diperuntukkan para pelaku Indonesia Incorporated yang eksis dan survive melintasi generasi dan suksesi rezim politik yang tetap menjadi andalan Indonesia Incorporated (Inc) memimpin ASEAN Inc 2015 hingga 2045.
Vice President Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, melalui pendapatan Pertamina yang mencapai US$70 miliar per tahun ini menjadi kekuatan besar bagi Pertamina sebagai lokomotif pertumbuhan Indonesia menuju seabad di 2045 mendatang.
"Tentunya bagi Pertamina, penghargaan ini menjadi semangat dan pemicu untuk terus bekerja lebih baik untuk Negara saat ini," ungkapnya.
Sebagai perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, Ali juga mengakui belum ada perusahaan BUMN lainnya yang mencapai pendapatan sebesar itu. Sehingga hal tersebut merupakan amanat yang diberikan pemerintah kepada Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat Indonesia.
Karena itu, sejak Pertamina didirikan pada 1957, tidak ada lagi keraguan untuk mengelola ladang migas di Indonesia. Hal itu terbukti bahwa Pertamina juga tengah mengelola ladang minyak di Afrika dan juga di Timur Tengah.
"Dengan begitu kita harus optimis dalam menyongsong seabad kemerdekaan Indonesia, sudah sewajarnya Pertamina menjadi lokomotif dalam pergerakan Indonesia Incorporated," tegas Ali.
Pada kesempatan itu, sebanyak 27 entitas menerima Anugerah Seabad Indonesia 2045 dari PDBI dengan kredibilitas lebih dari 30 tahun mengamati "Who is Who" dan "Who Owns What" di Indonesia. PDBI juga mengidentifikasi 150 entitas Indonesia Inc yang akan menjadi aset andalan utama Indonesia.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama juga mengatakan untuk mencapai target Double Income Plan 2025 dan menjadi kekuatan ekonomi global keempat, Indonesia harus bisa bersaing, baik dari SDM maupun SDA sebagai suatu keunggulannya. "Karena 10 tahun lagi kita akan masuk yang namanya bonus demografi," kata Ahok.(Adv)
medcom.id, Jakarta: PT Pertamina (Persero) dianugerahi penghargaan oleh Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI) di Balai Agung DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (20/5/2014). Penghargaan diberikan dalam rangka Malam Anugerah Seabad Indonesia 2045, dan diperuntukkan para pelaku Indonesia Incorporated yang eksis dan survive melintasi generasi dan suksesi rezim politik yang tetap menjadi andalan Indonesia Incorporated (Inc) memimpin ASEAN Inc 2015 hingga 2045.
Vice President Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, melalui pendapatan Pertamina yang mencapai US$70 miliar per tahun ini menjadi kekuatan besar bagi Pertamina sebagai lokomotif pertumbuhan Indonesia menuju seabad di 2045 mendatang.
"Tentunya bagi Pertamina, penghargaan ini menjadi semangat dan pemicu untuk terus bekerja lebih baik untuk Negara saat ini," ungkapnya.
Sebagai perusahaan BUMN terbesar di Indonesia, Ali juga mengakui belum ada perusahaan BUMN lainnya yang mencapai pendapatan sebesar itu. Sehingga hal tersebut merupakan amanat yang diberikan pemerintah kepada Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat Indonesia.
Karena itu, sejak Pertamina didirikan pada 1957, tidak ada lagi keraguan untuk mengelola ladang migas di Indonesia. Hal itu terbukti bahwa Pertamina juga tengah mengelola ladang minyak di Afrika dan juga di Timur Tengah.
"Dengan begitu kita harus optimis dalam menyongsong seabad kemerdekaan Indonesia, sudah sewajarnya Pertamina menjadi lokomotif dalam pergerakan Indonesia Incorporated," tegas Ali.
Pada kesempatan itu, sebanyak 27 entitas menerima Anugerah Seabad Indonesia 2045 dari PDBI dengan kredibilitas lebih dari 30 tahun mengamati "Who is Who" dan "Who Owns What" di Indonesia. PDBI juga mengidentifikasi 150 entitas Indonesia Inc yang akan menjadi aset andalan utama Indonesia.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama juga mengatakan untuk mencapai target Double Income Plan 2025 dan menjadi kekuatan ekonomi global keempat, Indonesia harus bisa bersaing, baik dari SDM maupun SDA sebagai suatu keunggulannya. "Karena 10 tahun lagi kita akan masuk yang namanya bonus demografi," kata Ahok.(Adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AND)