medcom.id, Jakarta: Memasuki kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, anda akan disambut dengan gedung bergaya neoklasik dengan ukiran khas Belanda. Dari ujung jalan, gedung-gedung putih menjulang dengan indah.
Selain disambut dengan kemegahan gedung warisan Belanda, anda juga akan melihat jajaran museum. Terletak di sisi barat Museum Sejarah Jakarta, terdapat Museum Wayang.
Perjalanan kesenian wayang Indonesia terekam dalam gedung yang dibangun tahun 1975 itu. Di bagian pintu masuk museum, terdapat puluhan wayang yang dibariskan dalam etalase. Masing-masing wayang yang dipamerkan memiliki cerita dan sejarah tersendiri.
"Setiap wayang ada cerita dan sejarahnya. Misalnya Wayang revolusi, wayang yang menceritakan tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan Belanda," ujar Humas Museum Wayang Sumardi saat ditemui Metrotvnews.com, Rabu (30/12/2015).
Saat melewati ruangan demi ruangan, pengunjung akan melihat lebih banyak koleksi dari abad 17. Museum Wayang memiliki sekitar 5000 koleksi dari luar dan dalam negeri.
Sumardi mengatakan, Museum Wayang memiliki satu koleksi masterpiece, yakni Wayang Kiayi Intan beserta satu set gamelannya.
Seperti namanya, wayang Kiayi Intan ini terbuat dari berlian. Sehingga, pihak museum tidak berani untuk memamerkan wayang yang dibuat Abad 18 itu.
"Wayang Kiayi Intan sangat istimewa. Kami simpan saja di dalam gudang. Kami jaga. Yang dipamerkan hanya gamelannya saja," tutur Sumardi.
Di museum Wayang pengunjung diperbolehkan berfoto. Beberapa pengunjung ada yang berfoto dengan wayang kapper, wayang kardus, wayang unyil, wayang beber, wayang rumput, dan beberapa wayang golek.
Bentuk wayang yang unik serta warnanya yang mencolok membuat pengunjung enggan menyia-nyiakan momen tersebut. Di akhir pintu keluar museum, pengunjung bisa membeli oleh-oleh di toko cinderamata. Di sana menawarkan wayang kulit, pajangan, dan gantungan kunci.
Jika ingin ke museum Wayang datanglah setiap akhir pekan. Sembari melihat koleksi wayang, pengunjung akan disuguhi penampilan dari wayang golek dan wayang kulit.
Museum wayang buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Museum Wayang dapat ditempuh dengan transportasi commuterline atau TransJakarta.
medcom.id, Jakarta: Memasuki kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, anda akan disambut dengan gedung bergaya neoklasik dengan ukiran khas Belanda. Dari ujung jalan, gedung-gedung putih menjulang dengan indah.
Selain disambut dengan kemegahan gedung warisan Belanda, anda juga akan melihat jajaran museum. Terletak di sisi barat Museum Sejarah Jakarta, terdapat Museum Wayang.
Perjalanan kesenian wayang Indonesia terekam dalam gedung yang dibangun tahun 1975 itu. Di bagian pintu masuk museum, terdapat puluhan wayang yang dibariskan dalam etalase. Masing-masing wayang yang dipamerkan memiliki cerita dan sejarah tersendiri.
"Setiap wayang ada cerita dan sejarahnya. Misalnya Wayang revolusi, wayang yang menceritakan tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam melawan Belanda," ujar Humas Museum Wayang Sumardi saat ditemui Metrotvnews.com, Rabu (30/12/2015).
Saat melewati ruangan demi ruangan, pengunjung akan melihat lebih banyak koleksi dari abad 17. Museum Wayang memiliki sekitar 5000 koleksi dari luar dan dalam negeri.
Sumardi mengatakan, Museum Wayang memiliki satu koleksi masterpiece, yakni Wayang Kiayi Intan beserta satu set gamelannya.
Seperti namanya, wayang Kiayi Intan ini terbuat dari berlian. Sehingga, pihak museum tidak berani untuk memamerkan wayang yang dibuat Abad 18 itu.
"Wayang Kiayi Intan sangat istimewa. Kami simpan saja di dalam gudang. Kami jaga. Yang dipamerkan hanya gamelannya saja," tutur Sumardi.
Di museum Wayang pengunjung diperbolehkan berfoto. Beberapa pengunjung ada yang berfoto dengan wayang kapper, wayang kardus, wayang unyil, wayang beber, wayang rumput, dan beberapa wayang golek.
Bentuk wayang yang unik serta warnanya yang mencolok membuat pengunjung enggan menyia-nyiakan momen tersebut. Di akhir pintu keluar museum, pengunjung bisa membeli oleh-oleh di toko cinderamata. Di sana menawarkan wayang kulit, pajangan, dan gantungan kunci.
Jika ingin ke museum Wayang datanglah setiap akhir pekan. Sembari melihat koleksi wayang, pengunjung akan disuguhi penampilan dari wayang golek dan wayang kulit.
Museum wayang buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Museum Wayang dapat ditempuh dengan transportasi commuterline atau TransJakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)