Kakak Diego, Chris Mamahit, Metro TV
Kakak Diego, Chris Mamahit, Metro TV

Sosok Kopilot Sriwijaya Air SJ-182 yang Tidak Mau Terbang Jika Pesawat Rusak

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh sriwijaya air Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Pesawat Sriwijaya Air Sriwijaya Air SJ182 Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Muhammad Syahrul Ramadhan • 10 Januari 2021 11:57
Jakarta: Kopilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak, Diego Mamahit, dianggap sebagai sosok yang punya pendirian teguh. Hal ini diungkapkan kakak Diego, Chris Mamahit. Diego disebut tidak akan terbang jika pesawat menunjukkan gejala kerusakan.
 
"Dia selalu bilang sama saya, saya enggak akan jalan kalau pesawatnya rusak. Saya pegang kata-kata dia," kata Chirs dalam Breaking News Metro TV, Minggu, 10 Januari 2021.
 
Chris pun juga mewanti-wanti sang adik tidak terbang atau bertugas ketika mengetahui kondisi pesawat tidak baik. "Saya ancam dia, kamu (kalau pesawat rusak) jangan jalan yah," ujar Chris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan Diego merupakan sosok yang baik dan menyayangi keluarga. Keluarga yakin Diego bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Diego dipercaya dapat bertahan hidup dalam situasi darurat.
 
"Tuhan itu baik, kami masih percaya sampai dengan detik ini pun kami masih percaya Diego selamat. Dia bisa berjuang, dia sudah diajarin buat recovery dari kejadian terburuk apa pun," ucap dia.
 
Sementara itu, pencarian pesawat terus dilakukan. Teranyar tim search and rescue (SAR) telah menemukan tempat kejadian perkara (TKP) jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
 
"Kami hari ini bersama Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjajanto), Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan), dan stakeholder akan menuju ke lokasi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. 
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu ada di 11 nautical mile di utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat itu mengangkut 62 orang: 50 penumpang dan 12 kru.
 
(REN, OGI, UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif