Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Fachri
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Medcom.id/Fachri

Jurus Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat dari Covid-19

Theofilus Ifan Sucipto • 19 Agustus 2022 04:22
Jakarta: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan sejumlah jurus agar Indonesia segera bangkit dari covid-19. Ikhtiar itu membutuhkan kerja sama dan kolaborasi seluruh pihak.
 
“Terdapat modalitas pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat yaitu modalitas kolektif dan modalitas individu,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 18 Agustus 2022.
 
Wiku memerinci strategi pertama ialah menjaga kekebalan komunitas. Baik antibodi yang terbentuk dari vaksinasi maupun pascaterpapar covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Tapi perlu digarisbawahi antibodi punya jangka waktu sehingga perlu penguat melalui booster,” papar dia.
 
Strategi kedua ialah ketersediaan vaksin yang melibatkan pemerintah daerah (pemda). Kepala daerah harus memonitor distribusi dan kualitas vaksin sebelum disuntik kepada masyarakat.
 
“Masyarakat juga harus proaktif ke sentra vaksinasi untuk di-booster sesuai jadwal sejak penyuntikan vaksin terakhir,” ujar Wiku.
 
Strategi ketiga ialah ketersediaan pengobatan. Masyarakat diminta memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang ada seperti tes antigen bila mengalami gejala atau menjadi kontak erat.
 
“Serta saat pascasembuh untuk mencegah efek samping seperti long covid-19,” jelas Wiku.
 
Wiku menyebut strategi keempat ialah kebijakan sektoral yang spesifik. Pemda mesti membuat kebijakan yang selaras dengan pemerintah pusat. Sejumlah pemangku kepentingan berperan dalam hal tersebut.
 

Baca: Satgas: Indonesia Pulih dari Covid-19 Lebih Cepat


“Akademisi bika mendukung pembuatan kebijakan berbasis sains, media membantu menjelaskan isi kebijakan, dan swasta mendukung implementasi kebijakan,” tutur dia.
 
Sementara itu, jurus kedua ialah modalitas individu. Setiap orang bertanggung jawab membiasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam beraktivitas.
 
“Kemudian lakukan proteksi maksimal kepada populasi yang lebih berisiko khususnya sesama yang belum bisa divaksin,” ucap Wiku.
 
(ADN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif