Ilustrasi: Bullying. Foto: MTVN/Mohamad Rizal.
Ilustrasi: Bullying. Foto: MTVN/Mohamad Rizal.

Dulu Dipanggil Ahok karena Ganteng, Kini Dirundung

Sri Utami • 01 November 2017 08:40
medcom.id, Jakarta: Berawal dari ketenaran mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purmana alias Ahok, Josep Sebastian Zebua akhirnya dijuluki 'Ahok' oleh teman-temannya di SDN 13 Pekayon, Jakarta Timur. Sepintas Josep memang mirip dengan Ahok
 
Penampakan anak kelas empat ini dinilai teman sekolahnya tidak berbeda dengan Ahok yang memiliki perawakan putih dan tinggi. Pun karakternya yang ceria dan ceplas-ceplos.
 
Namun, kasus Basuki yang diwarnai isu SARA sampai dengan demontrasi yang berjilid-jilid pada masa pilkada DKI beberapa waktu lalu akhirnya berdampak perundungan terhadap Josep. Bahkan, hingga berujung kekerasan fisik.

Suatu hari telapak tangan Josep ditusuk alat tulis oleh temannya hingga bengkak. Dua pekan sudah Josep tidak ke sekolah sejak kejadian itu.
 
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan perundungan tersebut terjadi seiring isu ras dan kasus yang membelit Ahok. Dari pemeriksaan sementara, luka yang dialami Josep pada salah satu telapak tangannya diakibatkan pensil runcing.
 
"Memang ada perundungan itu. Jadi jika anak (Josep) bermain dengan temannya, temannya yang tidak suka ini bilang 'dasar Ahok', sedangkan lukanya itu sementara kami ketahui dilakukan satu temannya, jadi bukan ramai-ramai," kata Retno, Selasa, 31 Oktober 2017.
 
Awalnya, menurut Retno, julukan 'Ahok' yang diberikan kepada Josep bermakna positif. Namun, hal itu berubah negatif seiring dengan kasus yang membelit Ahok pada masa pilkada DKI.
 
"Sejak 2015 dijuluki seperti itu dan bermakna positif. Semua gurunya juga tahu," imbuhnya.
 
Kasus ini baru terungkap setelah Boni, paman Josep, menuliskan pengalaman keponakannya di Facebook. Meski begitu, kepada KPAI, pihak sekolah membantah telah terjadi kekerasan fisik terhadap Josep.
 
"Tapi kami akan pastikan dulu dengan bertemu Josep. Mungkin luka di tanganya itu sudah hilang. Jika memang sudah dipastikan dan luka itu ada, kami akan merujuknya ke rumah sakit untuk berobat dan melakukan pendampingan," terang dia.
 
KPAI memberikan trauma healing secepatnya untuk Josep. Dengan begitu, Josap diharap bisa pulih dan bangkit dari perundungan yang dialaminya.
 
Baca: Presiden: Stop Bullying!
 
Sementara itu, Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo menuturkan pihaknya akan mengawal kasus tersebut. Dia akan mengedepankan konsensus untuk menemukan solusi perkara ini.
 
"Sudah dilakukan problem solving antara polisi, keluarga, pihak sekolah, dan dinas terkait. Kami akan mengawasi perkembangannya," tutur dia.
 
Menurut dia, sebagai penegak hukum, kepolisian proaktif dengan isu yang viral di media massa dan ramai diperbincangkan masyarakat. Untuk kasus Josep, dia akan bertemu dan konseling dengan melibatkan dinas terkait.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan