medcom.id, Jakarta: Jumlah korban ledakan di belakang Pos Polisi Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih simpang siur. Ada yang menyebut jumlah korban empat orang, ada pula yang mengatakan lima.
Namun, menurut salah seorang warga, ledakan menyebabkan empat orang luka. Keempat korban saat ini berada di ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Tanah Abang.
"Ada empat orang luka, kondisi parah. Laki-laki semua," kata salah satu warga Titin di lokasi kejadian, Rabu (8/4/2015).
Keempat orang itu bernama Bogel, Suro, Asep, dan Feri. "Suara ledakan terdengar sampai 1 kilometer," jelas Titin.
Informasi dari petugas UGD Rumah Sakit Pelni, ledakan tersebut menyebabkan lima orang luka. "Korban dibawa ke sini (RS Pelni), ada lima orang," kata petugas UGD Rumah Sakit Pelni kepada Metrotvnews.com, Rabu (8/4/2015).
Sebuah benda yang diduga bom meledak di dekat Pos Polisi Tanah Abang sekitar pukul 14.50 WIB. "Lokasinya dekat Pos Polisi. Sekarang sudah dijaga petugas di sana," kata Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Andriyansyah.
medcom.id, Jakarta: Jumlah korban ledakan di belakang Pos Polisi Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih simpang siur. Ada yang menyebut jumlah korban empat orang, ada pula yang mengatakan lima.
Namun, menurut salah seorang warga, ledakan menyebabkan empat orang luka. Keempat korban saat ini berada di ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Tanah Abang.
"Ada empat orang luka, kondisi parah. Laki-laki semua," kata salah satu warga Titin di lokasi kejadian, Rabu (8/4/2015).
Keempat orang itu bernama Bogel, Suro, Asep, dan Feri. "Suara ledakan terdengar sampai 1 kilometer," jelas Titin.
Informasi dari petugas UGD Rumah Sakit Pelni, ledakan tersebut menyebabkan lima orang luka. "Korban dibawa ke sini (RS Pelni), ada lima orang," kata petugas UGD Rumah Sakit Pelni kepada
Metrotvnews.com, Rabu (8/4/2015).
Sebuah benda yang diduga bom meledak di dekat Pos Polisi Tanah Abang sekitar pukul 14.50 WIB. "Lokasinya dekat Pos Polisi. Sekarang sudah dijaga petugas di sana," kata Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Andriyansyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)