Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel. MTVN/Nur Azizah.
Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel. MTVN/Nur Azizah.

Perundungan Bisa 'Menular'

Nur Azizah • 22 Juli 2017 12:54
medcom.id, Jakarta: Seperti penyakit, bullying atau perundungan bisa menular.  Kabid Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Reza Indragiri Amriel mengatakan, perundungan menular melalui interaksi sosial. 
 
"Di usia pubertas, teman sebaya jauh lebih penting dan berpengaruh ketimbang individu dewasa, bahkan orang tua sekalipun," kata Reza di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 Juli 2017.
 
Remaja cenderung menjadikan teman sebagai model untuk mencari identitas diri. Hal ini membuat remaja dianggap sebagai kelompok paling rentan.

"Bahaya ketika yang dijadikan contoh adalah teman sebaya yang justru menarik anak ke pergaulan yang negatif," ujar Reza.
 
Baca: Bullying Bukan Guyonan
 
Reza menjelaskan, teman sebaya punya dua faktor kuat dalam pembentukan karakter remaja, yakni faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong merupakan kedekatan pertemanan. 
 
Sedangkan faktor penarik adalah ajakan untuk melakukan sesuatu. Seorang anak atau remaja akan gampang tertular bila tak memiliki kepercayaan diri untuk menolak dua faktor ini.
 
"Anak harus mampu menolak ajakan yang tidak baik. Berani katakan Say No Bullying," kata dia.
 
Baca: Kemensos Siap Menampung Siswa Pelaku Bullying
 
Meski menular, tak berarti orang tua tak bisa mencegah hal itu. Bahkan, pelaku perundungan bisa sembuh jika melakukan rehabilitasi dan konseling.
 
"Enggak ada kartu mati buat mereka. Ada proses belajar dan berubah. Orang tua pun tidak boleh salaing lempar masalah ini ke orang lain," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>