Monas, simbol Ibu Kota Jakarta. Antara/Aprillio Akbar.
Monas, simbol Ibu Kota Jakarta. Antara/Aprillio Akbar.

Ibu Kota Makin Tua

Nasional hut kota jakarta
Yogi Bayu Aji • 22 Juni 2016 05:34
medcom.id, Jakarta: Rabu (22/6/2016) ini, DKI Jakarta genap berusia 489 tahun. Selama berdiri tegak hampir setengah abad, Jakarta telah merasakan berbagai masa.
 
Jakarta dulu hanya sebuah bandar kecil di muara Sungai Ciliwung sekitar 500 tahun silam. Selama berabad-abad kemudian Kota Bandar ini berkembang menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai. 
 
Laporan para penulis Eropa abad ke-16, seperti dilansir Jakarta.go.id, menyebutkan sebuah kota bernama Kalapa. Wilayah ini menjadi bandar utama bagi sebuah Kerajaan Hindu Sunda, yang beribukotakan Pajajaran dengan letak sekitar 40 kilometer di pedalaman, dekat dengan Kota Bogor sekarang. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bangsa Portugis merupakan rombongan besar orang-orang Eropa pertama yang datang ke Bandar Kalapa. Mereka kemudian diserang pasukan Fatahillah, dari sebuah kerajaan yang berdekatan dengan Kalapa. Fatahillah mengubah nama Sunda Kalapa menjadi Jayakarta pada 22 Juni 1527. Tanggal ini kini diperingati sebagai hari lahir Kota Jakarta. 
 
Orang-orang Belanda kemudian datang pada akhir abad ke-16 dan menguasai Jayakarta. Nama kota diganti menjadi Batavia. Keadaan alam Batavia yang berawa-rawa mirip dengan Negeri Belanda, tanah air mereka. Mereka pun membangun kanal-kanal untuk melindungi Batavia dari ancaman banjir. 
 
Pada 4 Maret 1621, Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia. Kegiatan pemerintahan kota dipusatkan di sekitar lapangan yang terletak sekitar 500 meter dari bandar. Mereka membangun balai kota yang anggun, tempat kedudukan pusat pemerintahan Kota Batavia. 
 
Ibu Kota Makin Tua
Museum Fatahillah yang dulunya merupakan Balai Kota Batavia pada zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Antara/Fanny Octavianus.
 
Lama-kelamaan kota Batavia berkembang ke arah selatan. Pertumbuhan yang pesat mengakibatkan keadaan lingkungan cepat rusak sehingga memaksa penguasa Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih tinggi letaknya. Wilayah ini dinamakan Weltevreden. 
 
Nama Ibu Kota sempat berubah beberapa kali. Pada 1 April 1905 dicetuskan nama Gemeente Batavia. Nama itu sempat berubah lagi pada 8 Januari 1935 menjadi Stad Gemeente Batavia.  Berganti kependudukan, nama Ibu Kota ikut berubah. Pada 8 Agustus 1942 oleh Jepang, Kota Bandar diubah sebutannya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi.
 
Jakarta pun tak pernah lepas dari sejarah panjang perjuangan Bangsa. Kota ini jadi saksi sejarah saat Presiden Soekarno membacakan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan berkibarnya Sang Saka Merah Putih untuk pertama kalinya pada 17 Agustus 1945. 
 
Selepas kemerdekaan, Jakarta sempat beberapa kali berganti nama. Pada 20 Februari 1950, saat masa pemerintahan pre-federal,  nama Ibu Kota berubah menjadi Stadsgemeente Batavia pada dan diubah lagi menjadi Kotapraja Jakarta pada 24 Maret 1950. 
 
Jakarta kemudian resmi menjadi ibu kota Republik Indonesia pada 1966. Hal ini mendorong laju pembangunan gedung-gedung perkantoran pemerintah dan kedutaan negara sahabat. Sejak itu, Jakarta berkembang dengan mantap menjadi sebuah metropolitan modern. Wajah Ibu Kota pun berubah sedikit demi sedikit sampai menjadi seperti sekarang.
 
 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif