Ilustrasi sembako - - Foto: dok MI
Ilustrasi sembako - - Foto: dok MI

Konflik Rusia-Ukraina Jadi Biang Kerok Harga Pangan di DKI Meroket

Media Indonesia.com • 08 April 2022 13:48
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyebut perang Rusia-Ukraina menjadi salah satu penyebab harga pangan di Ibu Kota meroket. Permintaan pasokan yang turun membuat harga pada komoditas itu naik menjelang ramadan.
 
"Permintaan meningkat selama bulan ramadan. Kami berharap upaya Pemprov DKI dan dukungan berbagai pihak dalam mengamankan stok dan pasokan pangan dapat menjaga kekhusyukan beribadah, beraktivitas secara nyaman dan aman di Jakarta selama ramadan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati dalam keterangan resmi, Jumat, 8 April 2022.
 
Eli mengatakan Pemprov DKI membuka peluang berkolaborasi dengan provinsi lainnya seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, dan Riau. Komoditas yang dikoordinasikan antara lain beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, cabai, bawang, dan gula.

Dia meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi DKI Jakarta dan Satgas Pangan melakukan monitoring dan pengawasan. Pemprov DKI juga mengeklaim telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi ketersediaan stok pangan di Ibu Kota.
 
Baca: Stok Daging Ternak di Aceh Barat Dijamin Cukup Hingga Lebaran
 
Pertama, menyiapkan platform digital pemantauan harga, yaitu Info Pangan Jakarta (IPJ). IPJ memberikan informasi perkembangan harga pangan harian sebanyak 37 komoditas dari 48 lokasi pasar.
 
Masyarakat juga bisa mengetahui informasi harga pangan melalui fitur JakPangan yang ada di super aplikasi JAKI. "Melalui platform tersebut masyarakat dapat langsung memantau perkembangan harga pangan strategis," ucap dia.
 
Kedua, TPID Provinsi DKI Jakarta secara rutin melakukan rapat mingguan tentang perkembangan harga pangan dan bahan penting lainnya. Termasuk, antisipasi yang diperlukan untuk mengendalikan harga. (Mohammad Farhan Zhuhri)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JMS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>