Suasana di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.
Suasana di halaman Balai Kota DKI Jakarta. Foto: MI/Arya Manggala.

Selangkah Lagi Menuju Cawagub Baru

Nasional Pengganti Sandiaga Uno
Cindy • 04 Maret 2019 11:19
Jakarta: Surat pengajuan calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta telah sampai di DPRD DKI. Surat diterima oleh Sekretaris Dewan Muhammad Yuliadi pagi ini.
 
"Baru sampai tadi pagi, ini sudah lapor ketua (Prasetio Edi Marsudi). Surat keterangan resmi (cawagub) sudah sampai," katanya di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin, 4 Maret 2019.
 
Surat pengajuan tersebut telah ditandatangani dua partai pengusung, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), baik tingkat provinsi maupun pusat. Surat juga telah dibubuhi tanda tangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Surat pengajuan cawagub tinggal menunggu keputusan dari DPRD DKI. Untuk selanjutnya dipilih satu dari dua nama, yakni Sekretaris DPW PKS DKI Agung Yulianto dan Mantan Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu.
 
Penyerahan surat pengajuan cawagub kepada Anies sempat terhambat kesibukan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ahmad Muzani. Keduanya belum menandatangani surat lantaran safari politik Pilpres 2019.
 
Baca: Surat Pengajuan Cawagub Sampai di Meja Anies
 
Kedua petinggi Gerindra itu sudah menandatangani surat pada Kamis, 28 Februari 2019. "Berdasarkan informasi. Sudah ditandatangani Pak Prabowo dan Pak Muxani kemarin," kata Wakil Sekjen Gerindra Andre Rosiadi.
 
Lalu, pada Jumat, 1 Maret 2019, surat pengajuan cawagub sampai ke meja Anies. Surat diserahkan melalui Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.
 
Sandiaga Uno resmi mundur sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta Senin, 27 Agustus 2019. Dia memilih mundur untuk bertarung di Pilpres 2019, mendampingi Prabowo.
 
Mekanisme pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur DKI Jakarta itu diatur di Pasal 176 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Bunyinya:Dalam hal wakil gubernur DKI Jakarta berhenti karena permintaan sendiri, pengisian wakil gubernur DKI Jakarta dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung.
 
Proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta melalui rapat paripurna. Hal itu diatur dalam Pasal 24 dan Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif