medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merelokasi warga dari kawasan Kalijodo. Sebelum merelokasi, Pemprov DKI Jakarta diminta lebih dulu memerhatikan perempuan dan anak yang ada di wilayah tersebut.
Perhatian yang dimaksud adalah penyediaan hunian layak usai penggusuran. "Tempat ini bertujuan untuk perlindungan anak, perempuan, dan rumah tangga," kata Ketua Pengurus Pusat Wanita Islam Atifah Thaha di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Atifah tak menyoalkan besar dan kecilnya tempat tinggal mereka. Yang penting, kata dia, griya itu minimal punya dua kamar.
Dia menjelaskan pentingnya kamar terpisah buat sebuah keluarga. Atifah bilang, kamar terpisah bertujuah melindungi anak dari penyimpangan seksual.
"(Kelainan seksual) Seperti itu kan banyak terjadi karena rumahnya kecil (kamar tidak dipisah)," kata Atifah.
Atifah pun mengatakan, Pengurus Daerah Wanita Islam DKI Jakarta siap membantu Pemprov DKI dalam memberi pendampingan. Mereka suka rela membantu memberikan penyuluhan kepada warga seusai penggusuran.
"Kami akan berikan penyuluhan untuk melindungi mereka," kata Atifah.
Penggusuran Kalijodo ramai dibicarakan pekan lalu. Penggusuran itu dicanangkan menyusul lokasi kawasan Kalijodo berada bantaran kali yang juga masuk kualifikasi tanah negara. Di lahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana mendirikan ruang terbuka hijau.
Rencana ini sudah mengemuka dari 2012. Tapi awal pekan lalu, seorang pengendara Toyota Fortuner menabrak mati pengendara sepeda motor. Penyebabnya, sang sopir bernama Riki mengantuk lantaran habis kongkow di kawasan Kalijodo.
Ahok berang. Rencana penggusuran yang sudah lama tertahan kontan menemukan momentum. Bekas Bupati Belitung Timur itu kemudian tancap gas menggusur kawasan prostitusi dan judi, yang sudah melegenda sejak 1950-an.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera merelokasi warga dari kawasan Kalijodo. Sebelum merelokasi, Pemprov DKI Jakarta diminta lebih dulu memerhatikan perempuan dan anak yang ada di wilayah tersebut.
Perhatian yang dimaksud adalah penyediaan hunian layak usai penggusuran. "Tempat ini bertujuan untuk perlindungan anak, perempuan, dan rumah tangga," kata Ketua Pengurus Pusat Wanita Islam Atifah Thaha di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2016).
Atifah tak menyoalkan besar dan kecilnya tempat tinggal mereka. Yang penting, kata dia, griya itu minimal punya dua kamar.
Dia menjelaskan pentingnya kamar terpisah buat sebuah keluarga. Atifah bilang, kamar terpisah bertujuah melindungi anak dari penyimpangan seksual.
"(Kelainan seksual) Seperti itu kan banyak terjadi karena rumahnya kecil (kamar tidak dipisah)," kata Atifah.
Atifah pun mengatakan, Pengurus Daerah Wanita Islam DKI Jakarta siap membantu Pemprov DKI dalam memberi pendampingan. Mereka suka rela membantu memberikan penyuluhan kepada warga seusai penggusuran.
"Kami akan berikan penyuluhan untuk melindungi mereka," kata Atifah.
Penggusuran Kalijodo ramai dibicarakan pekan lalu. Penggusuran itu dicanangkan menyusul lokasi kawasan Kalijodo berada bantaran kali yang juga masuk kualifikasi tanah negara. Di lahan tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana mendirikan ruang terbuka hijau.
Rencana ini sudah mengemuka dari 2012. Tapi awal pekan lalu, seorang pengendara Toyota Fortuner menabrak mati pengendara sepeda motor. Penyebabnya, sang sopir bernama Riki mengantuk lantaran habis kongkow di kawasan Kalijodo.
Ahok berang. Rencana penggusuran yang sudah lama tertahan kontan menemukan momentum. Bekas Bupati Belitung Timur itu kemudian tancap gas menggusur kawasan prostitusi dan judi, yang sudah melegenda sejak 1950-an.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TII)