Ilustrasi Hotel dan Griya Pijat Alexis -- Foto: Antara/ Galih Pradipta
Ilustrasi Hotel dan Griya Pijat Alexis -- Foto: Antara/ Galih Pradipta

Alexis Dipastikan 'Tamat'

Nasional prostitusi penutupan hotel alexis
Nur Azizah • 30 Maret 2018 06:00
Jakarta: Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol-PP) Yani Wahyu memastikan tempat hiburan malam Alexis tak beroperasi lagi. Laporan itu ia dapatkan setelah puluhan petugas Satpol PP memeriksa Alexis langsung.
 
"Usaha mereka sudah tidak beroperasi. Sudah dicek dan kita ada dokumentasinya," kata Yani di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis 29 Maret 2018.
 
Kendati begitu, Yani tak akan lepas pandangan. Ia bakal terus memantau kegiatan di tempat yang diduga menjadi sarang prostitusi tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita akan selalu memantau perkembangan demi perkembangan kegiatan yang ada di Alexis," imbuhnya.
 
Yani mengungkapkan sempat terjadi penolakan saat detik-detik penutupan Alexis. Namun petugas akhirnya diizinkan masuk setelah melakukan negosiasi.
 
"Awalnya memang demikian. Akhirnya diizinkan masuk dan bisa melwati lantai demi lantai. Kemudian kita lakukan penempelan stiker," ujar Yani.
 
Mantan Camat Kelapa Gading ini pun telah memasang tiga banner di seluruh gedung Alexis. Banner tersebut menyatakan bahwa Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Alexis dicabut.
 
"Pasang stiker pengumuman di kanan kiri pintu masuk, termasuk juga pemasangan banner penutupan. Kemudian diakhiri dengan penandatang berita acara penutupan, yang ditantadangan oleh perwakilan manajemen Alexis," pungkasnya.
 
Siang tadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menurunkan petugas Satpol-PP perempuan ke hotel Alexis. Anies ingin mereka memeriksa langsung kegiatan di tempat hiburan malam itu.
 
"Jumlahnya 30 orang yang bertugas langsung. Tapi ada juga petugas yang di sana-sini. Kita percaya ini berjalan dengan baik," kata Anies.
 
Sebelumnya, ia memilih untuk tidak melibatkan pasukan keamanan untuk menutup Alexis. "Ini yang ingin saya tegaskan, kami tidak kirim pasukan. Kami kirim secarik kertas," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Maret
 
Alexis disebut telah melanggar Perda Nomor 6 Tahun 215 pasal 14 tentang Kepariwisataan. Dalam pasal itu di katakan bahwa tempat usaha harus menjaga dan menghormati norma agama, budaya, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat setempat.
 
"Kami menemukan praktik prostitusi, perdagangan manusia, dan perjudian," pungkas dia.
 

 

(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif