PT Bahana Prima Nusantara konferensi pers terkait kejanggalan perusahaan pemenang tender revitalisasi Monas. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin
PT Bahana Prima Nusantara konferensi pers terkait kejanggalan perusahaan pemenang tender revitalisasi Monas. Foto: Medcom.id/Zaenal Arifin

Kontraktor Jelasakan Alasan Menangkan Tender Revitalisasi Monas

Nasional Revitalisasi Monas
Zaenal Arifin • 23 Januari 2020 21:58
Jakarta: Direktur Utama PT Bahana Prima Nusantara (BPN) Muhidin Shaleh mengatakan perusahaannya bergerak dalam bidang usaha jasa proyek spesialis. Hal tersebut yang membuat BPN berhasil memenangkan tender proyek revitalisasi Monas.
 
"Kenapa dimenangkan PT Bahana Prima Nusantara? Karena kami bergerak dibidang jasa proyek spesialis," kata Muhidin Shaleh ketika memberikan keterangan resmi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Muhidin mengatakan ada dua jenis perusahaan jasa konstruksi yakni konstruksi umum dan konstruksi spesialis. Ia bilang di Indonesia jasa konstruksi khusus sngat jarang keberadaannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Proyek) spesialis ini sudah diatur di dalam jasa konstruksi, jadi badan ini tidak banyak di Indonesia," tutur dia.
 
Selain itu, kata dia, tidak ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa konstruksi spesialis. Kalaupun ada, BUMN bakal melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan penyedia jasa konstruksi spesialis.
 
"Coba cek di BUMN, BUMN tidak ada jasa spesialis," ujar dia.
 
Senada dengan Muhidin, kuasa hukum PT BPN, Abu Bakar J Lamatapo mengklaim kliennya bisa memenangkan tender revitalisasi Monas karena bergerak di bidang konstruksi spesialis, bukan konstruksi umum.
 
"PT Bahana Nusantara dari sisi dokumen punya legalitas dan validasi sehingga kemudian ditetapkan sebagai pemenang," jelas Abu Bakar.
 
Sebelumnya beredar informasi dari Anggota DPRD DKI, Fraksi PSI William Aditya Sarana, melalui akun Twitter resmi dirinya @willsarana. William menyebut ada kejanggalan di balik proyek revitalisasi Monas.
 
"Proyek di Monas sampai Rp71,3 milliar tapi pemenang tender lokasinya pas dicek di google map kok di perkampungan begitu? Bisa dijelaskan Pak Gub @aniesbaswedan," cuit akun tersebut.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif