Suasana peletakan batu pertama pembangunan tempat pengolahan sampah di halaman parkir  Media Group, Kamis, 10 Oktober 2019. Medcom.id/Dheri Agriesta.
Suasana peletakan batu pertama pembangunan tempat pengolahan sampah di halaman parkir Media Group, Kamis, 10 Oktober 2019. Medcom.id/Dheri Agriesta.

Media Group Bangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu

Nasional sampah jakarta
Dheri Agriesta • 10 Oktober 2019 14:55
Jakarta: Media Group membangun tempat pengolahan sampah (TPS) terpadu di halaman parkir kantor Media Group. Sampah organik dan nonorganik itu akan diolah sehingga memiliki nilai ekonomi.
 
"Dari April hingga Oktober kita tidak buang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Bantargebang. Sampah organik dan nonorganik itu hampir 12 ton," kata Ketua Sistem Manajemen Lingkungan United Nation Global Compact Media Group, Ronggo Sulistyo saat peletakan batu pertama pembangunan TPS di Kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis, 10 Oktober 2019.
 
Ronggo mengatakan, sampah organik dan nonorganik itu diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai ekonomi. Media Group juga memiliki pengolahan minyak jelantah sebagai sumber energi. "Kita jadikan itu sebagai raw material B20," kata Ronggo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama Metro TV Suryopratomo percaya pembangunan infrastruktur TPS berjalan lancar. Tantangan justru dihadapi setelah infrastruktur pengolahan sampah selesai dibangun.
 
Salah satunya, bagaimana menumbuhkan kesadaran pegawai Media Group membuang sampah dengan benar. Pegawai harus memahami jenis sampah agar pengolahan sampah mudah dilakukan.
 
"Tantangan kita itu bagaimana membangun budaya bersih, dan membuang sampah sesuai dengan kelompoknya," kata dia.
 
Pria yagn akrab disapa Tomi itu menyebut DKI memproduksi sebanyak 8 ribu ton sampah per hari. Media Group bisa mengurangi produksi sampah DKI Jakarta meski sedikit.
 
"Kalau jejak kita diikuti seluruh perusahaan, DKI akan terbantu. Kita sudah memulai sesuatu yang lebih baik. Media Group ingin jadi model dalam pengelolaan sampah yang lebih baik," kata mantan ketua forum pemimpinan redaksi itu.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif