medcom.id, Jakarta: Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) menyetujui tawaran Pemprov DKI Jakarta untuk bergabung dengan PT Transjakarta menerapkan sistem rupiah per kilo meter. Kerjasama diklaim menguntungkan kedua pihak.
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan, bus Kopaja ada 1.470 unit, semua akan direvitalisasi sesuai standar keamanan. Hingga saat ini baru 300 unit bus yang sudah memenuhi syarat bergabung ke TransJakarta.
"Saya yakin akhir 2016 tidak ada lagi bus jelek di Jakarta. Dari 1.470 bus, mungkin sisanya itu zombi. Kopaja sudah ada sejak 1972, banyak yang sudah busuk," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2015).
Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, sopir-sopir Kopaja yang bergabung dengan TransJakarta akan digaji dua kali Upah Minimum Provinsi (UMP). Dengan begitu, mereka tidak akan kebut-kebutan, karena tidak mengejar setoran. "Sopir mau kita kasih gaji dua kali gaji UMP," tegasnya.
Seperti diketahui, pengurus Kopaja telah menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Mereka membahas perihal revitalisasi angkutan umum Jakarta dan integrasi Kopaja dengan Transjakarta.
Kopaja siap menerapkan sistem rupiah per kilo meter seperti yang diminta Pemerintah DKI. Namun, belum ada kesepakatan besaran tarif rupiah per kilo meter. Realisasi kerjasama ini rencananya akan dimulai bulan depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan