medcom.id, Jakarta: Relokasi permukiman warga di Kampung Pulo, Jakarta Timur, meninggalkan sejumlah permasalahan. Salah satunya menimpa Ajun, 59.
Sejak rumahnya diratakan dengan tanah, pekan lalu, hingga Selasa (25/8/2015) ini dia belum memiliki tempat berteduh. Hidup sebatang kara di Kampung Pulo, membuat dirinya tidak sanggup membayar sewa rumah susun di Jatinegara Barat. Ajun sebenarnya sudah mendapatkan satu unit rusun.
Untuk menyambung hidup, setiap pagi hingga sore hari Ajun mengais sisa-sisa material rumahnya yang sudah rata dengan tanah. Ia belum tahu musti kerja apa.
Pemerintah DKI Jakarta telah merelokasi warga Kampung Pulo dan menghancurkan rumah-rumah warga di bantaran Kali Ciliwung. Total yang dihancurkan sejak Kamis lalu sebanyak 519 rumah yang dihuni oleh 926 kepala keluarga.
Relokasi yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta sempat mendapat penentangan warga Kampung Pulo. Bahkan sempat terjadi bentrokan antara warga dan aparat keamanan. Bentrokan menelan korban dari kedua belah pihak.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan