Klinik Metropole di Jakarta Barat (Foto: Dok/istimewa)
Klinik Metropole di Jakarta Barat (Foto: Dok/istimewa)

Begini Cara Dokter Metropole Hospital Lakukan Malapraktik

Meilikhah • 30 September 2014 20:36
medcom.id, Jakarta: Tindakan malapraktik yang dilakukan ahli medis klinik Metropole Hospital membawa trauma bagi para pasiennya. Tak terkecuali istri dari koordinator pasien korban malpraktik Metropole Hospital, Trijaya.
 
Trijaya menceritakan sang istri sampai mengalami pingsan dan seakan-akan koma usai ditangani tim medis Metropole Hospital.
 
"Kejadiannya tanggal 27 November 2013. Awalnya istri saya haid tidak teratur dan ada kista. Saya mendapat brosur Metropole, banyak diskon. Saya dan istri tertarik," kata Trijaya kepada wartawan di kantor Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2014).

Ia menuturkan, saat mendatangi klinik Metropole dikenalkan dengan dokter asing dari Tiongkok. Kemudian untuk melancarkan proses pengobatan, klinik menyediakan penerjemah.
 
Dalam pemeriksaan pertama, Trijaya dan istri mengaku diminta dokter tersebut untuk melakukan operasi untuk mengangkat kista. Namun, usut punya usut Trijaya justru tak menemukan bekas jahitan layaknya orang yang telah dioperasi.
 
"Saya rasa dokter tidak melakukan apa-apa, karena tidak ada bekas operasi di perut istri saya," aku Trijaya.
 
Seminggu usai operasi, Trijaya mengaku mencari tahu dan menanyakan hasil operasi dari tim dokter dan hendak melakukan USG untuk memeriksa kondisi perut sang istri.
 
Namun, bukannya mendapat kejelasan, sang istri justru dibawa untuk diperiksa dan di saat bersamaan Trijaya mengaku tim medis Metropole Hospital memperlakukan sang istri dengan tidak layak.
 
"Saya tanya istri kenapa bisa pingsan. Dia bilang perutnya beberapa kali disuntikan cairan secara sembarangan dan sampai saai ini bekasnya masih terlihat seperti benang yang melintang," katanya.
 
Tanpa pikir panjang, Trijaya kemudian membawa sang istri ke rumah sakit di bilangan Budi Kemuliaan Jakarta Pusat. Hal mengejutkan didapatkan Trijaya bahwa sang istri mengalami pendarahan hebat dan beberapa luka tusukan di perut akibat suntikan sembarangan.
 
Pernyataan mencengangkan juga keluar dari salah satu dokter kandungan RS Budi kemuliaan bahwa tindakan tim dokter Metropole Hospital tidak dibenarkan, meskipun dalam proses operasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>