Pengendara motor menilai mencari jalan alternatif bukan solusi menghindari kemacetan. MTVN/Achmad Zulfikar Fazli
Pengendara motor menilai mencari jalan alternatif bukan solusi menghindari kemacetan. MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Pengendara Motor: Jalur Alternatif Malah Membuang Waktu

Achmad Zulfikar Fazli • 15 Desember 2014 11:45
medcom.id, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama telah memutuskan pelarangan bagi pengendara sepeda motor untuk melintasi jalan protokol MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat. Namun, kebijakan tersebut menimbulkan berbagai persepsi negatif dari pengendara motor yang biasa melintas di wilayah tersebut.
 
Salah satunya, Junaedi yang mengatakan dengan adanya kebijakan tersebut membuat dirinya yang berprofesi sebagai tukang ojek menjadi terganggu. Bahkan, ia menilai kebijakan tersebut terlewat berlebihan.
 
"Itu kelewatan Bos, buat apa kita punya punya kendaraan terus pajak. Tapi kita tidak bisa lewat," ujar Junaedi saat ditemui Metrotvnews.com, di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2014).

Menurut dia, satu-satunya cara yakni mencari jalan alternatif yang itu pun tidak dapat memecahkan masalah dari kemacetan. Sebab, dengan pelarangan tersebut tidak menutup kemungkinan semakin bertumpuknya kendaraan yang memilih untuk mencari jalur alternatif.
 
"Mau tidak mau lewat alternatif, kita jadi muter-muter dan itu pun akan kena macet juga. Sudah pasti (macet)," kata dia.
 
Berbagai jalur alternatif yang dapat digunakan, jelas Juanedi, dengan melewati jalan Abdul Muis serta Jati Baru apabila ingin mencapai Medan Merdeka Barat dari jalan Sabang ini.
 
Selain itu, pengendara juga dapat melintasi jalur Kuningan seperti belakang Wisma Bakrie jika ingin menuju ke Sudirman. Kemudian, jalan Sabang dan Wahid Hasyim pun dapat digunakan pengendara yang akan menuju MH Thamrin.
 
"Banyak jalan alternatif tapi tidak malah membuang waktu karena kita harus muter-muter, ditambah lagi dengan kemacetannya seperti di Abdul Muis, Jati Baru dan Wisma Bakrie itu pasti macet parah," kata dia.
 
Sementara itu, pengendara motor lainnya, Lutfie menilai pelarangan melintas di jalur protokol ini malah dapat berdampak pada kemacetan baru pada jalur alternatif. Alasannya, karena pengendara motor pasti akan mencari cara, supaya bisa menggunakan sepeda motornya hingga sampai ke kantor mereka.
 
"Pasti akan lewat jalur alternatif walau percuma. Karena pasti macet tapi mau bagaimana lagi sudah ditetapkan," ujar dia.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>