Petugas menunjukkan e-KTP yang sudah dirusak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)
Petugas menunjukkan e-KTP yang sudah dirusak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Oky Lukmansyah)

Ceceran KTP Tak Berhubungan dengan Isu Pengelembungan Suara

Nur Azizah • 19 Desember 2018 00:37
Jakarta: Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Dhany Sukma menjamin ceceran KTP elektronik di Pondok Kopi, Jakarta Timur, tidak ada kaitannya dengan Pilpres 2018. Ceceran KTP-el kerap dikaitkan dengan isu pengelembungan suara.
 
Dhany menuturkan, kalau pun pelaku berniat melakukan pengelembungan tak mungkin dibuang. Saat ini, ribuan KTP-el sudah diamankan polisi.
 
"Enggak mungkin untuk penggelembungan suara. Barangnya sudah diamankan kepolisan kok," kata Dhany di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.

Baca: KTP-el Tercecer Dipastikan Kedaluwarsa
 
Dhany enggan berspekulasi terlalu jauh yang berujung pada kegaduhan. Dia yakin isu ini sengaja dibangun untuk membuat suasana tidak kondusif menjelang Pilpres 2019.
 
"Menurut saya sih ke sana arahnya. Kenapa itu harus diletakkan di akses orang lalu lalang," ungkapnya.
 
Dhany mengaku sudah melapor kasus itu pada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies sepakat dengan Dhany untuk tidak menimbulkan polemik.
 
"(Katanya) Jangan menimbulkan potensi polemik. Kita ingin semua kondusif," pungkas dia.
 
Sebelumnya, sebanyak 2.153 KTP-el yang berada di dalam karung beras ukuran 20 kilogram ditemukan anak-anak yang tengah bermain. Lokasi penemuan di Kampung Bojong Rangkong RT 03, RW 011, Kelurahan Pondok kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>