1,3 Hektare Lahan Sodetan Ciliwung-Cisadane Belum Dibebaskan
Ilustrasi: Sodetan Kali Ciliwung. Foto: Antara/Akbar Nugroho.
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendesak Pemprov DKI Jakarta segera membebaskan lahan untuk proyek sodetan Kali Ciliwung-Cisadane. Pasalnya, proyek itu tersendat lantaran masih banyak warga yang enggan pergi dari bantaran kali

"Sekarang kan terhenti karena indepth dan outlet-nya belum bebas. Total inlet dan outlet ada 13 ribu meter persegi (1,3 hektare) lahan di Bidara Cina yang belum bebas," kata Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso di Jakarta Selatan, Selasa, 14 Maret 2018.

Menurut dia, saat ini proyek sodetan Ciliwung-Cisadane baru mencapai 50 persen. Padahal, seharusnya sodetan itu selesai pada 2015.


Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian PUPR memiliki kesepakatan untuk bekerja sama. Pemprov bertugas untuk pembebasan lahan, sedangkan Kementerian PUPR bertugas membangun kontruksi.

Baca: Anies-Sandi Prioritas Sodetan Ciliwung

"Kita sepakat Pak Gubernur (Anies Baswedan) dan Wagub (Sandiaga Uno) untuk mendorong pembebasan itu dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat," imbuhnya.

Total investasi proyek sodetan Ciliwung-Cisadane sebesar Rp500 miliar dengan sistem multiyears. Namun, kontrak tersebut sengaja dihentikan. "Karena belum bebas lahannya. Padahal alatnya sudah ada," imbuh dia.

Ada sekitar 215 kepala keluarga yang terdampak sodetan. Total ganti rugi dari seluruhnya senilai Rp167 miliar.





(OGI)