Petugas Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan penyesuaian tarif angkutan umum. (Foto:Antara)
Petugas Dinas Perhubungan melakukan pemeriksaan penyesuaian tarif angkutan umum. (Foto:Antara)

Penurunan Tarif Angkot Belum Merata

Akmal Fauzi • 29 Januari 2015 12:02
medcom.id, Jakarta: Himbauan Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI terkait penurunan tarif angkutan umum Rp500 belum semua dipatuhi. Masih ada beberapa sopir angkot menggunakan tarif lama. Kondisi itu, banyak dikeluhkan penumpang
 
"Katanya turun, tapi sampai sekarang masih diminta bayar Rp5000,”kata Yuni saat ditemui di Terminal Kampung Melayu, Kamis (28/1/2015)
 
Ditempat yang sama, Haris, seorang sopir KWK 06A jurusan Kampung Melayu - Cililitan mengaku sudah mendengar himbauan penurunan tarif angkot sebesar Rp500, namun dirinya menolak mengikuti aturan organda. "Belum ada surat resmi, belum ada instruksi, bos juga belum perintahkan turun harga, kami ikut perintah bos saja," kata Haris
 
Menurutnya, penurunan Rp500 membuat para sopir kesulitan mencari uang receh. "Kalau setiap yang naik angkot kembali Rp500, susah cari recehnya, nanti gak dikembaliin dosa juga kita,” ujarnya.
 
Sopir angkot T29 jurusan Pulo Gebang-Pulogadung, Fery, mengatakan, dirinya sudah menurunkan tarif Rp500. "Sudah dua hari, biasanya kalo terdekat itu Rp3500 sekarang Rp3000," kata Fery
 
Dikatakan Fery, penurunan tarif berjalan dengan sendirinya setelah ada informasi dan himbauan dari Organda DKI untuk menurunkan tarif. Walaupun, belum ada surat edaran atau himbauan penyesuaian tarif yang ditempel di angkot milik. "Jadi setelah ramai di TV, penumpang yang biasa bayar Rp3500, jadi Rp3000, sopir tidak protes, karena sudah sama-sama tahu," ujarnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>