medcom.id, Jakarta: Petugas membersihkan Monumen Patung Dirgantara di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, menggunakan ekstrak jeruk nipis. Setelah itu, tim konservasi cagar budaya akan melanjutkan pembersihan monumen yang juga disebut Patung Pancoran itu dengan menggunakan zat kimia.
"Kita bersihin (dengan ekstrak jeruk nipis) 3 hari bisa. Jadi Selasa kemungkinan sudah menggunakan zat kimia. Kita kerjanya juga superlambat karena hati hati," kata Pengawas Pelaksana Konservasi Andia Sumarno kepada Metrotvnews.com saat ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan, Ahad (24/8/2014).
Alkali gliserol merupakan zat kimia yang akan digunakan tim konservasi. Zat itu membersihkan korosi-korosi yang akut pada bagian patung di antaranya kepala, bahu, tangan, syal, dan bagian kaki.
"Kesulitannya patung ini bahannya kasar jadi kita perlu konsentrasi membersihkannya, dan korosinya juga lumayan parah mungkin karena sudah lama tidak dibersihkan," kata dia.
Pada tahap akhir pembersihan, patung pancoran akan dilapisi dengan bahan pelasi paraloid B72 klorithin. Selain itu pada tiang penyangganya pun akan dilapisi dengan Masonceal.
Pelapisan dilakukan untuk menghalangi polusi lingkungan yang dapat merusak patung hingga perawatan selanjutnya.
"Setelah dikonservasi akan bertahan 5-10 tahun setelah itu perlu perawatan kembali. Ini nama sudah masuk cagar budaya yang usia kurang lebih 65 tahun, sudah masuk cagar budaya yang perlu dilestarikan," ujarnya.
medcom.id, Jakarta: Petugas membersihkan Monumen Patung Dirgantara di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, menggunakan ekstrak jeruk nipis. Setelah itu, tim konservasi cagar budaya akan melanjutkan pembersihan monumen yang juga disebut Patung Pancoran itu dengan menggunakan zat kimia.
"Kita bersihin (dengan ekstrak jeruk nipis) 3 hari bisa. Jadi Selasa kemungkinan sudah menggunakan zat kimia. Kita kerjanya juga superlambat karena hati hati," kata Pengawas Pelaksana Konservasi Andia Sumarno kepada
Metrotvnews.com saat ditemui di Pancoran, Jakarta Selatan, Ahad (24/8/2014).
Alkali gliserol merupakan zat kimia yang akan digunakan tim konservasi. Zat itu membersihkan korosi-korosi yang akut pada bagian patung di antaranya kepala, bahu, tangan, syal, dan bagian kaki.
"Kesulitannya patung ini bahannya kasar jadi kita perlu konsentrasi membersihkannya, dan korosinya juga lumayan parah mungkin karena sudah lama tidak dibersihkan," kata dia.
Pada tahap akhir pembersihan, patung pancoran akan dilapisi dengan bahan pelasi paraloid B72 klorithin. Selain itu pada tiang penyangganya pun akan dilapisi dengan Masonceal.
Pelapisan dilakukan untuk menghalangi polusi lingkungan yang dapat merusak patung hingga perawatan selanjutnya.
"Setelah dikonservasi akan bertahan 5-10 tahun setelah itu perlu perawatan kembali. Ini nama sudah masuk cagar budaya yang usia kurang lebih 65 tahun, sudah masuk cagar budaya yang perlu dilestarikan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RRN)