medcom.id, Jakarta: Dua kelompok remaja terlibat tawuran di pinggir rel kereta api (KA) Buaran, Jatinegara, Jakarta Timur. Tawuran terjadi pada Senin (30/6/2014) pagi dan dipicu masalah sepele yakni saling ejek dan lempar petasan.
Tawuran yang melibatkan ratusan remaja itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Kedua kelompok saling serang menggunakan batu, kayu, bambu, hingga senjata tajam. Akibatnya, seorang anggota kepolisian dari Polsek Cakung yang identitasnya belum diketahui terluka akibat lemparan batu saat melerai tawuran tersebut.
Sukijo, 45, pedagang bensin eceran di kawasan tersebut mengatakan tawuran remaja antarkampung sebenarnya sudah terjadi sejak Minggu (29/6/2014). Pemicunya sepele, hanya saling ejek dan lempar petasan. Sebelum tawuran, kedua kelompok remaja kampung ini berkelompok dan bermain petasan usai salat Subuh. Mereka berkumpul di pinggir rel kereta api di kawasan Kampung Sumur.
"Ini yang kedua kalinya. Kemarin, tawuran berlangsung sampai pukul 11.00 dan massa bubar sendiri. Kalau sekarang sampai pukul 09.00 saja dan dibubarkan polisi," kata Sukijo.
Lebih lanjut ia mengatakan, tawuran antarpemuda di wilayah tersebut memang kerap terjadi. Bentrok biasanya disebabkan masalah sepele. "Penyebabnya sepele, kadang saling ejek, kadang masalah perempuan," ujarnya.
Aksi tawuran itu sempat mengundang perhatian warga sekitar maupun pengendara yang melintas di Jl I Gusti Ngurah Rai. Namun warga tidak berani melerai lantaran takut terkena sasaran lemparan batu.
medcom.id, Jakarta: Dua kelompok remaja terlibat tawuran di pinggir rel kereta api (KA) Buaran, Jatinegara, Jakarta Timur. Tawuran terjadi pada Senin (30/6/2014) pagi dan dipicu masalah sepele yakni saling ejek dan lempar petasan.
Tawuran yang melibatkan ratusan remaja itu terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Kedua kelompok saling serang menggunakan batu, kayu, bambu, hingga senjata tajam. Akibatnya, seorang anggota kepolisian dari Polsek Cakung yang identitasnya belum diketahui terluka akibat lemparan batu saat melerai tawuran tersebut.
Sukijo, 45, pedagang bensin eceran di kawasan tersebut mengatakan tawuran remaja antarkampung sebenarnya sudah terjadi sejak Minggu (29/6/2014). Pemicunya sepele, hanya saling ejek dan lempar petasan. Sebelum tawuran, kedua kelompok remaja kampung ini berkelompok dan bermain petasan usai salat Subuh. Mereka berkumpul di pinggir rel kereta api di kawasan Kampung Sumur.
"Ini yang kedua kalinya. Kemarin, tawuran berlangsung sampai pukul 11.00 dan massa bubar sendiri. Kalau sekarang sampai pukul 09.00 saja dan dibubarkan polisi," kata Sukijo.
Lebih lanjut ia mengatakan, tawuran antarpemuda di wilayah tersebut memang kerap terjadi. Bentrok biasanya disebabkan masalah sepele. "Penyebabnya sepele, kadang saling ejek, kadang masalah perempuan," ujarnya.
Aksi tawuran itu sempat mengundang perhatian warga sekitar maupun pengendara yang melintas di Jl I Gusti Ngurah Rai. Namun warga tidak berani melerai lantaran takut terkena sasaran lemparan batu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)