Tawuran antar ormas di Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
Tawuran antar ormas di Tanah Abang. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman

Polisi Berupaya Menengahi Tawuran di Tanah Abang

Nasional tawuran tanah abang
Sonya Michaella, Yurike Budiman • 26 Oktober 2019 00:18
Jakarta: Tawuran antar organisasi masyarakat terjadi di Tanah Abang. Hingga kini polisi masih berupaya meredam bentrokan antara Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten dan pengelola lapak di Pasar Tasik.
 
"Masih menangani massa," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo saat dihubungi Medcom.id, Sabtu dini hari, 26 Oktober 2019.
 
Di lokasi, suasana masih belum kondusif dan bahkan ketegangan antar organisasi terus berlanjut. Dikutip dari Antara, tawuran antar dua kelompok ormas ini dimulai pada 16.45 WIB. Susatyo mengatakan hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas pemicunya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Polres Metro Jakarta Barat, karena lokasi tawuran merupakan perbatasan wilayah hukum.
 
"(Ini lokasinya) perbatasan, jadi (pemicu serta apakah ada diamankan atau tidak sedang di lidik) Polres Jakbar," ujar Susatyo.
 
Secara terpisah, Kepala Bidang Organisasi Ikatan Keluarga Besar Tenabang (IKBT) Aden Heri Sumantri yang merupakan salah satu warga yang berada di lokasi tawuran membenarkan perseteruan terjadi di antara dua ormas.
 
"Ya itu dari ormas Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten sama pengelola Pasar Tasik," kata Aden.
Aden menduga pemicu perkelahian terkait pembagian lapak dagangan di Pasar Tasik.
 
"Penyebabnya sih ya itu urusan tempat dagang. Urusan perut juga kan, IKBT menarik diri dari konflik mereka ya. Kita sudah sarankan lebih baik dibicarakan saja. Kalau mau musyawarah itu kan harus dengan kepala dingin situasi kondusif. Apalagi bicara urusan mata pencaharian kan," ujar Aden.
 
Aden mengatakan lokasi tawuran antar dua ormas itu berada di Jembatan Bongkaran yang merupakan perbatasan wilayah antara Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
 
Sebelumnya, pada Jumat sore melalui media sosial masyarakat diinfokan untuk menghindari kawasan Pasar Tanahabang karena terjadi tawuran antar dua kelompok massa.
 
Salah satu unggahan yang viral dalam beberapa waktu itu berasal dari akun instagram @infojkt24.
 
Dalam video tersebut terdengar suara klakson yang bersahut- sahutan sebagai bentuk kekesalan para pengemudi terhadap aksi yang menyebabkan kemacetan
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif