Anggota DPRD DKI terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana (kanan) dan anggota DPRD DKI terpilih PSI Idris Ahmad (kiri) menggelar konferensi pers soal gugatan penutupan jalan untuk PKL. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
Anggota DPRD DKI terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana (kanan) dan anggota DPRD DKI terpilih PSI Idris Ahmad (kiri) menggelar konferensi pers soal gugatan penutupan jalan untuk PKL. Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id

Anies Diminta Segera Memindahkan PKL dari Trotoar

Nasional pedagang kaki lima (pkl)
Candra Yuri Nuralam • 21 Agustus 2019 12:20
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta memindahkan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di trotoar. Sebab, Mahkamah Agung (MA) telah menganulir Peraturan Daerah DKI Jakarta tentang Ketertiban Umum terkait penutupan jalan untuk kepentingan pedagang.
 
"MA ini lembaga peradilan paling tinggi. Tidak ada lagi langkah (hukum) Anies untuk menempuh," kata anggota DPRD DKI terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana di Kantor DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Agustus 2019.
 
William mengatakan putusan MA tidak hanya berlaku untuk PKL di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seluruh trotoar di Jakarta harus bersih dari PKL.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi putusan ini bagi pemprov DKI Jakarta untuk membina, menata ulang pedagang kaki lima tidak hanya di Tanah Abang tapi di seluruh Jakarta," ujar dia.
 
Dia akan mendorong Pemprov segera menjalankan putusan MA ini. Anies harus cepat menyiapkan strategi untuk memindahkan para pedagang dari atas trotoar.
 
"Karena jika tidak dilaksanakan dengan cepat akan berpotensi menghina MA," ucap dia.
 
Baca:MA Anulir Kebijakan Pemprov DKI Menutup Jalan untuk PKL
 
Sementara itu, anggota DPRD DKI terpilih PSI Idris Ahmad menegaskan PSI tidak anti PKL. Gugatan terhadap Perda Ketertiban Umum hanya untuk mengingatkan agar Pemprov DKI tidak salah bertindak.
 
"Kami dari PSI tidak antipedagang, namun kami mendorong pemerintah untuk tidak ambil jalan pintas dengan melanggar aturan. PKL harusnya dibina di tempat yang aman sesuai aturan sehingga mereka bisa secara baik mencari nafkah," ujar Idris.
 
Dia mengatakan langkah ini juga dilakukan demi memperjuangkan hak pejalan kaki. Menurut dia, sikap Anies yang memperbolehkan pedagang berjualan di trotoar sama dengan menghardik hak pejalan kaki.
 
"Sejalan dengan prinsip kami untuk berjuang dengan hak yang termarjinalkan seperti hak pejalan kaki," kata dia.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif