Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dok Medcom.id.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dok Medcom.id.

Anies: Pemprov DKI Berikhtiar Menunaikan Janji Kemerdekaan

Medcom • 19 September 2022 09:51
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berjuang mempertahankan dan merealisasikan janji kemerdekaan. Khususnya, dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat.
 
"Di Jakarta kita ikhtiar untuk mempertahankan dan memastikan semua yang dijanjikan oleh kemerdekaan dapat tertunaikan oleh rakyat," ungkap Anies saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Rapat Raksasa Ikada ke-77, Senin, 19 September 2022.
 
Anies juga mengingatkan para peserta upacara bahwa mereka adalah sosok yang beruntung karena telah merasakan kemerdekaan. Ia juga berharap upacara yang dilaksanakan bukan hanya sekadar ritual, namun sebuah pengingat atas peristiwa penting di masa lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dahulu para penyelenggara (pemerintah) menghisap kekayaan alam, memeras keringat rakyat, dan diambil ke negerinya sendiri. Saat ini kita harus membawa kesejahteraan," ungkap dia.
 

Baca: Anies Harap Taman Literasi Martha Christina Tiahahu Jadi Simpul Literatur


Moeffreni Moe'min, Komandan Badan Keamanan Rakyat (BKR) selaku pendamping Soekarno dalam buku "Perjuangan Mempertahankan Jakarta Masa Awal Proklamasi: Kesaksian Para Pelaku Sejarah", menuliskan masyarakat berbondong-bondong datang ke Lapangan Ikada (saat ini Plaza Selatan Monas) pada 19 September 1945. Moeffreni adalah sosok yang berperan mendampingi dan mengamankan Soekarno menuju podium untuk berpidato. 
 
"Karena dengan demikian kebetulan kami sebagai pimpinan dari BKR, kami merasa terpanggil untuk berada di lapangan pada waktu itu," kata Moeffreni dalam wawancara tahun 1984 yang diterbitkan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
 
Awalnya tentara Jepang melarang pemuda menggelar Rapat Raksasa di Lapangan Ikada. Pada 17 September malam hingga 18 September, mobil-mobil, tank panser wagon, mobil panser dari tentara Jepang mengumumkan pelarangan acara Rapat Raksasa di Lapangan Ikada.
 
"Dari pihak Jepang itu, mereka mengadakan usaha-usaha sebetulnya menahan jangan sampai rakyat itu bisa masuk ke dalam lapangan itu (Lapangan Ikada). Tetapi tekanan-tekanan dari rakyat ini, rakyat mulai mendekat," tulis Moeffreni.
 
(Syeha Alhaddar)
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif