Wagub DKI Ahmad Riza Patria. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Wagub DKI Ahmad Riza Patria. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Wagub DKI: Kenaikan Level PPKM Jadi Peringatan Warga untuk Lebih Waspada

Nasional DKI Jakarta Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 PPKM Diperpanjang PPKM Level 2 kasus covid-19 jakarta
Antara • 30 November 2021 12:06
Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) menyebut peningkatan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2 di Ibu Kota menjadi peringatan bagi semua pihak agar lebih waspada. Khususnya, dalam penerapan protokol kesehatan.
 
"Mudah-mudahan dengan diberlakukan level dua ini menjadi warning agar hati-hati lagi, protokol kesehatan lebih taat lagi," kata Ariza saat menghadiri seminar 'Pendidikan The Fatwa Center' di Jakarta, Selasa, 30 November 2021.
 
Menurut dia, peningkatan level PPKM itu harus dihadapi dan dijalani untuk menekan penularan covid-19 menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Mengingat, kata dia, momentum libur kerap diikuti peningkatan jumlah kasus positif covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini proses yang harus dijalani, kita hadapi," ucap Ariza.
 
Kenaikan status tertuang dalam dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 63 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Jawa-Bali. Beleid itu dikeluarkan pada Senin, 29 November 2021 dan berlaku sejak 30 November hingga 13 Desember 2021.
 
Ariza mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan menyesuaikan ketentuan dalam Inmendagri itu dengan aturan turunan yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat. "Nanti kami menyesuaikan Pergubnya menyikapi Inmendagri memasuki akhir tahun," ucap Ariza.
 
Sejumlah ketentuan aktivitas masyarakat diatur dalam Inmendagri. Ketentuan pertama, yakni pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan secara daring dan/atau tatap muka terbatas dengan kapasitas maksimal 50 persen.
 
Ketentuan itu dikecualikan untuk sekolah dasar luar biasa (SDLB), SMPLB, SMALB, dan MALB. Kapasitas maksimal pembelajaran tatap muka terbatas diizinkan sebanyak 62 persen hingga 100 persen. Sedangkan kapasitas maksimal PAUD sebanyak 33 persen.
 
Baca: Jakarta Naik PPKM Level 2, Ini Ketentuan Aktivitas Masyarakat
 
Berikutnya, kegiatan pada sektor nonesensial diberlakukan maksimal 50 persen di kantor bagi pegawai yang sudah divaksin. Namun, pelaksanaannya wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk akses masuk dan keluar tempat kerja.
 
Sementara itu, kegiatan sektor esensial diizinkan beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen untuk staf yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat. Sedangkan jumlah maksimal pelayanan administrasi perkantoran sebanyak 50 persen.
 
Selanjutnya, sektor esensial pada sektor pemerintahan mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
 
Berikutnya, sektor kritikal dapat beroperasi 100 persen tanpa ada pengecualian. Sedangkan jumlah maksimal pelayanan administrasi perkantoran sebanyak 50 persen.
 
Inmendagri itu juga mengatur pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat umum. Warung makan, pedagang kaki lima, dan sejenisnya diizinkan buka sampai pukul 21.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung 50 persen.
 
Ketentuan itu juga berlaku bagi restoran/rumah makan/kafe yang berada dalam gedung/toko atau berdiri sendiri. Namun, mereka wajib menggunakan PeduliLindungi untuk skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai.
 
Selanjutnya, kegiatan di pusat perbelanjaan/mal diizinkan dengan kapasitas 50 persen sampai pukul 21.00 waktu setempat. Anak-anak di bawah usia 12 tahun diperbolehkan masuk dengan pendampingan orang tua.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif