Ilustrasi dugong. Foto: MI/Sheyka Nugrahani Fadela.
Ilustrasi dugong. Foto: MI/Sheyka Nugrahani Fadela.

Setop Pemburuan Air Mata Duyung

Achmad Zulfikar Fazli • 02 Juli 2018 18:55
Jakarta: Masyarakat diminta tak lagi memburu air mata dugong atau duyung. Air mata mamalia laut itu banyak diincar karena mitos yang berkembang di kalangan masyarakat.
 
"Kalau sudah lama di daratan, dia membasahkan diri melalui air mata. Itu diambil dengan katenbat terus dicampurin ke air, terus dijual untuk pelet," kata perwakilan WWF Indonesia Sheyka N Fadela saat kunjungan WWF dan KKP ke Media Indonesia membahas Program Konservasi Duyung dan Lamun di Gedung Media Group, Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.
 
Ia meminta pemahaman salah itu segera dihentikan. Ia menjelaskan dugong selama ini meneteskan air mata semata untuk membasahkan badannya akibat terdampar di daratan.

Cairan tersebut hanya lendir pelembab mata dugong dan keluar dari kelenjar air mata ketika dugong sedang tidak berada di dalam air.
 
Baca: Survei Dugong dan Lamun di Gosong Beras Basah
 
Hal senada disampaikan Ahmad Sofiullah, analis Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut. Sofiullah mengatakan dugong mengeluarkan air mata bukan berarti sedang sedih. Air mata itu keluar semata untuk membasahi badan saat tidak berada di dalam air.
 
"Dugong keluar air mata bukan sedih, tapi nangis karena dehidrasi," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>