medcom.id, Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia meminta Polda Metro Jaya untuk mengusut dugaan adanya pelaku lain dalam kasus kekerasan yang dialami murid TK Jakarta International School (JIS).
Komisioner KPAI, Putu Elvina, mengaku sudah menerima pengaduan korban lain selain AK.
"Kita sudah laporkan tambahan untuk kesaksian kasus ini. Mudah-mudahan ditindaklanjuti penambahan keterangan. Yang kemarin melaporkan ke KPAI. Saya berharap Polda mengembangkan terkait pelaku dan korban lainnya," ujar Putu kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya (24/4/2014).
Menurutnya, sampai saat ini baru ada satu tambahan korban yang mengadu ke KPAI. Korban baru ini pun menyaksikan kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap AK, di toilet JIS.
Berdasarkan pengakuan korban pula diketahui pelaku lebih dari satu orang. Pelakunya, jelas Putu, ada dua orang yang sudah ditangkap. Namun, ada pula pelaku lainnya. "Kita serahkan ke Polda untuk mengidentifikasi," jelasnya.
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu, menyatakan kuat dugaan ada korban lain selain AK. Namun, lanjutnya, LPSK memang belum menyampaikan laporan secara resmi.
"Itu sudah kami sampaikan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan juga dugaan pelaku baru selain sudah terungkap di media," kata Edwin kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya.
Menurutnya, korban tersebut merupakan seorang pria, murid TK JIS. "Dia menjadi korban penyerangan termasuk juga menyaksikan apa yang dilakukan oleh pelaku lain," katanya.
Hanya saja, ia belum mau menyampaikan siapa pelakunya karena dikhawatirkan akan mengganggu penyidikan.
Sebelumnya, satu korban lain yang juga diduga mendapat pelecehan seksual di TK JIS melapor ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Rabu (23/4/2014).
Laporan tersebut dibawa orangtua korban, seorang perempuan Jerman dengan suami berkebangsaan Spanyol. Selain mengadukan aib yang menimpa anak mereka, keduanya juga minta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
medcom.id, Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia meminta Polda Metro Jaya untuk mengusut dugaan adanya pelaku lain dalam kasus kekerasan yang dialami murid TK Jakarta International School (JIS).
Komisioner KPAI, Putu Elvina, mengaku sudah menerima pengaduan korban lain selain AK.
"Kita sudah laporkan tambahan untuk kesaksian kasus ini. Mudah-mudahan ditindaklanjuti penambahan keterangan. Yang kemarin melaporkan ke KPAI. Saya berharap Polda mengembangkan terkait pelaku dan korban lainnya," ujar Putu kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya (24/4/2014).
Menurutnya, sampai saat ini baru ada satu tambahan korban yang mengadu ke KPAI. Korban baru ini pun menyaksikan kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap AK, di toilet JIS.
Berdasarkan pengakuan korban pula diketahui pelaku lebih dari satu orang. Pelakunya, jelas Putu, ada dua orang yang sudah ditangkap. Namun, ada pula pelaku lainnya. "Kita serahkan ke Polda untuk mengidentifikasi," jelasnya.
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu, menyatakan kuat dugaan ada korban lain selain AK. Namun, lanjutnya, LPSK memang belum menyampaikan laporan secara resmi.
"Itu sudah kami sampaikan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan juga dugaan pelaku baru selain sudah terungkap di media," kata Edwin kepada wartawan di Markas Polda Metro Jaya.
Menurutnya, korban tersebut merupakan seorang pria, murid TK JIS. "Dia menjadi korban penyerangan termasuk juga menyaksikan apa yang dilakukan oleh pelaku lain," katanya.
Hanya saja, ia belum mau menyampaikan siapa pelakunya karena dikhawatirkan akan mengganggu penyidikan.
Sebelumnya, satu korban lain yang juga diduga mendapat pelecehan seksual di TK JIS melapor ke kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Rabu (23/4/2014).
Laporan tersebut dibawa orangtua korban, seorang perempuan Jerman dengan suami berkebangsaan Spanyol. Selain mengadukan aib yang menimpa anak mereka, keduanya juga minta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)