Erick Thohir Menyebut Kerja Pemerintah Bukan Pencitraan

Dian Ihsan Siregar 29 Oktober 2018 06:00 WIB
presiden jokowijembatan suramadu
Erick Thohir Menyebut Kerja Pemerintah Bukan Pencitraan
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo (ketujuh kanan) dan sejumlah ulama di Jembatan Suramadu. (ANT/ZAbur Karuru)
Jakarta: Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dibebaskan biaya oleh pemerintah. Pemberian itu merupakan hasil kinerja pemerintah untuk masyarakat, agar bisa memanfaatkan ‎infrastruktur.

‎"Jangan hanya komplain ini (komentar negatif penggunaan Suramadu secara gratis), komplain itu. Kasihan. Mending kasih komen-komen yang baik, tunjukkan dia kerja untuk rakyat Indonesia," ucap Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin ‎Erick Thohir, ‎ditemui dalam acara 'MilenialFest - 90 Tahun Sumpa Pemuda' di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Oktober 2018.

Dia menilai. ada kekeliruan jika yang dilakukan pemerintahan Jokowi dianggap pencitraan semata. Bayangkan, dia masih menjabat kepala negara ini, sehingga sangat wajar memberikan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyatnya


"Waduh, berarti kalau Presiden melakukan sesuatu kebaikan untuk rakyat, semua pencitraan. Karena ingat, beliau Presiden. Berarti sama ketika seorang Gubernur melakukan sesuatu, kepala daerah melakukan sesuatu dibilangnya pencitraan juga," tegas Erick yang juga pemilik Mahaka Group.

Dia datang ke acara milenial seperti kalian ini ‎juga bermaksud untuk menceritakan‎ kesuksesan Asian Games yang telah dijalankan belum lama ini. 

"Kalau saya kasih sharing ke sini tentang Asian Games buat kalian anak muda, jadi pencitraan juga dong. Jadi tidak bisa ya," terang dia.

‎Dia mengharapkan, semua pihak jangan terjebak dalam isu politik yang telah dirancang sebaik mungkin. Paling terpenting, pemerintahan saat ini terus bekerja untuk masyarakat lebih sejahtera.

"Rakyat telah merasakan apa yang diberi. Jadi jangan terjebak, politik selalu salah. Ini bohong itu benar, tidak bisa. Yang penting kita harus tetap bekerja (untuk rakyat)," pungkas ‎pria kelahiran 48 tahun silam.



(LDS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id