Pasar Jaya Kedoya. (Foto:Intan Fauzi)
Pasar Jaya Kedoya. (Foto:Intan Fauzi)

Pedagang di Pasar Jaya Kedoya Keluhkan Harga Sewa Kios Mahal

Intan fauzi • 28 Maret 2015 10:29
medcom.id, Jakarta: Permerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan pasar tradisional lebih bersih agar tak kalah bersaing dengan supermarket. Namun, rencana pemerintah DKI itu rupanya tak sejalan dengan ekonomi pedagang.
 
Pedagang di Pasar Jaya Kedoya mengeluhkan tingginya harga sewa ataupun beli kios. Harga kontrak untuk satu tahun di pasar ini mencapai Rp15 juta.
 
"Kontrak setahun di sini sudah Rp15juta per tahun. Kalau beli juga sama saja mahal," tutur Tamsun, salah satu pedagang di Pasar Jaya Kedoya, kepada Metrotvnews.com, Sabtu (28/3/2015).

Tamsun, seorang pedagang ikan asin, sudah berjualan di Pasar Jaya Kedoya sejak 1987. Ia merasa sangat dirugikan dengan harga kios yang tinggi. Ia pun terpaksa mengeluarkan Rp100juta untuk membeli lagi dua kios kaki lima setelah Pasar Jaya Kedoya direnovasi pada 2008. Padahal, sebelum direnovasi, ia sudah memiliki tempat di pasar itu.
 
"Saya dulu udah beli tempat Rp500 ribu, waktu itu sudah lama masih murah. Eh, setelah direhab saya malah harus beli lagi Rp100juta untuk dua kios. Tempat saya yang dulu hilang," keluh Tusman.
 
Perlu diketahui, Pasar Jaya Kedoya diperbarui oleh pemerintah DKI dengan harapan warga masyarakat dan pedagang lebih nyaman untuk melakukan aktivitas jual beli. Pasar direnovasi pada 2008 dan selesai pada 2010. Namun, ternyata dengan mahalnya harga kios, harapan pemerintah belum tercapai.
 
Berdasarkan pantauan, Pasar Jaya Kedoya terdiri dari tiga lantai, dimana lantai 1 untuk penjual sayur-mayur dan bahan makanan, lantai dua untuk penjual pakaian dan toko emas, dan lantai 3 untuk kios makanan. Memang, Pasar Jaya Kedoya nampak lebih nyaman jika kita bandingkan dengan pasar tradisional yang terkenal becek dan kotor. Lantainya terbuat dari keramik, tak terlalu kotor, kiosnya tertata rapi, dan bangunannya pun terlihat kokoh.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>