Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza)/Medcom.id/Theo
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza)/Medcom.id/Theo

Pemprov DKI Jakarta Tidak Membatasi Arus Urbanisasi

Nasional DKI Jakarta Pemprov DKI urbanisasi
Antara • 10 Mei 2022 12:31
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak akan membatasi arus pendatang (urbanisasi) yang biasanya terjadi setelah libur lebaran. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan meski begitu, ia meminta pendatang sudah memiliki tujuan yang jelas.
 
"Dalam artian sudah memiliki pekerjaan dan tempat tinggal yang pasti," ujarnya dilansir Antara, Selasa, 10 Mei 2022.
 
Riza mengimbau pendatang mencari informasi untuk memastikan kembali terkait tempat bekerja agar tidak timbul permasalahan. "Jangan sampai nanti mendapatkan informasi yang salah lalu sampai di Jakarta tidak mendapatkan pekerjaan seperti yang diharapkan, kemudian nanti di Jakarta menjadi pengangguran atau tidak jelas nanti statusnya," kata dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Jumlah Penumpang Arus Balik di Wilayah Pelabuhan Pelindo 4 Naik 319%
 
Riza mengharapkan tidak semua masyarakat mencari kerja di Jakarta. Menurutnya, akan lebih baik jika setiap warga memajukan daerah masing-masing.
 
Adapun Pemprov DKI Jakarta meniadakan operasi yustisi yang biasanya dilaksanakan saat arus balik Lebaran. "Tidak ada operasi yustisi," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin di Jakarta, Rabu, 4 Mei 2022.
 
Operasi Yustisi biasanya diadakan saat arus balik Lebaran dengan sasaran penduduk pendatang tanpa dilengkapi identitas yang jelas atau tanpa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Berdasarkan hasil sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta pada 2020, jumlah penduduk di Ibu Kota mencapai 10,56 juta jiwa.
 
Selama 10 tahun terakhir, BPS mencatat terjadi penambahan 954,3 ribu jiwa dibandingkan sensus penduduk 2010 atau terjadi laju pertumbuhan 0,92 persen. Dari total jumlah penduduk di DKI itu, sebanyak 71,98 persen adalah penduduk usia produktif yakni 15-64 tahun dan warga lanjut usia 8,59 persen. Adapun konsentrasi penduduk terbesar ada di Jakarta Timur mencapai 3,04 juta jiwa.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif