Ilustrasi LRT/Antara/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi LRT/Antara/Rivan Awal Lingga

Legislator DKI Sentil Rencana Anies Hapus Rute LRT

Nasional pemprov dki dprd dki proyek lrt
Cindy • 09 November 2020 10:46
Jakarta: Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus rute Light Rapid Transit (LRT) Velodrome Rawamangun-Dukuh Atas dikritik. Penghapusan rute tersebut masuk dalam paparan Dinas Perhubungan DKI pada 22 Oktober 2020 dan sudah disampaikan ke Kementerian Perhubungan pada 17 September 2020.
 
Dalam paparan Dinas Perhubungan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengurangi alokasi rute LRT yang akan dikelola Pemprov DKI dari 100 kilometer (km) menjadi 23,2 km. Yakni, Kelapa Gading-JIS (Jakarta International Stadium) 8,2 km, Kelapa Gading-Velodrome 5,8 km, Velodrome-Klender 4,1 km, dan Klender-Pondok Bambu-Halim 5,2 km.
 
Sedangkan rute Pulo Gebang-Joglo sepanjang 32,8 km diserahkan ke swasta melalui skema kerja sama pemerintah daerah dan badan usaha (KPDBU). Rute ini melalui Jalan Basuki Rahmat, Kampung Melayu, Jalan Prof. Dr. Satrio, Pejompongan, Palmerah, Bundaran Senayan, Permata Hijau, dan berakhir di Joglo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu rute Velodrome-Dukuh Atas 9 Km dihapus. Berarti mengacak-acak rute yang telah ditetapkan Pak Presiden Joko Widodo dan bisa mematikan proyek ini," ujar anggota Fraksi PSI DKI Jakarta, Eneng Malianasari, lewat keterangan tertulis, Senin, 9 November 2020.
 
Rute LRT Jakarta sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 Tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek tahun 2018-2029. Proyek LRT Jakarta juga merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diatur di dalam Perpres Nomor 56 Tahun 2018.
 
Berdasarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2018, Pemprov DKI ditugaskan membangun LRT dengan panjang sekitar 100 km. Antara lain, dengan rute Kelapa Gading-Velodrome 5,8 km, Velodrome-Dukuh Atas 9 km, Kemayoran-Kelapa Gading 21,6 km, dan Joglo-Tanah Abang 11 km.
 
Kemudian, Puri Kembangan-Tanah Abang 9,3 km, Pesing-Kelapa Gading 20,7 km, Pesing-Bandara Soekarno-Hatta 18,5 km, dan Cempaka Putih-Ancol 10 km. Eneng mempertanyakan maksud penghapusan rute Velodrome-Dukuh Atas yang menjadi prioritas pembangunan.
 
“Rute Velodrome-Dukuh Atas adalah rute prioritas yang memiliki potensi penumpang sangat besar dan terintegrasi dengan MRT (Moda Raya Terpadu), KRL (Kereta Rel Listrik) Jabodetabek, dan Kereta Bandara di Dukuh Atas,” ujar dia.
 
Baca: Progres Pembangunan LRT Jabodebek Capai 77%
 
Eneng mengatakan Pemprov DKI sedianya membangun rute LRT Velodrome-Dukuh Atas-Tanah Abang sejak perhelatan Asian Games berakhir atau akhir 2018. Namun, pembangunan tidak kunjung dimulai lantaran tidak ada kucuran dana ke PT Jakpro.
 
“Kami awalnya heran, mengapa Pemprov DKI tidak mau mengalokasikan anggaran pembangunan LRT Velodrome-Dukuh Atas di APBD tahun 2018 hingga 2020. Rupanya, baru sekarang ketahuan bahwa Pak Anies ingin menghapus rute ini,” ungkap Eneng.
 
Eneng menuturkan proyek LRT Velodrome-Dukuh Atas sangat dibutuhkan warga di kawasan timur dan utara Jakarta. Dia mendesak Anies segera menjalankan proyek LRT sesuai ketentuan di Perpres Nomor 55 Tahun 2018 dan Perpres Nomor 56 Tahun 2018.
 
“Jika anggaran Pemprov DKI tidak cukup, maka bisa dibiayai lewat pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari Kementerian Keuangan. Tidak ada larangan untuk membiayai proyek LRT pakai pinjaman PEN," ujar dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif