Pekerja menyelesaikan konstruksi proyek MRT fase I di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat, 8 September 2017. Foto-foto:Antara/Sigid Kurniawan)
Pekerja menyelesaikan konstruksi proyek MRT fase I di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat, 8 September 2017. Foto-foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Pembangunan MRT Fase I Mencapai 80,15%

Nur Azizah • 26 September 2017 20:01
medcom.id, Jakarta: Proyek Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta fase I sudah mencapai 80,15 persen per 25 September 2017. Fase ini meliputi rute Lebak Bulus-Bundaran HI.
 
Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan konstruksi MRT yang sudah selesai meliputi area paket kontrak atau contract package (CP) 101 hingga CP 106. Pada fase ini, track railway juga sudah terpasang sepanjang 1.360 meter dari total 36 ribu meter.
 
"Sudah bisa dipastikan pembangunan kita masih on the track dari jadwal. MRT akan beroperasi sesuai waktu yang sudah ditentukan," kata William di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 26 September 2017.

William menargetkan pengerjaan fase I mencapai 93 persen di akhir tahun ini. Artinya, masih ada waktu tiga bulan untuk mengejar target. “Masih 12 persen lagi yang kami kejar hingga akhir tahun,” kata dia.
 
Pengerjaan proyek MRT Jakarta struktur bawah tanah (underground) sudah mencapai 90,22 persen. Sedangkan struktur layang (elevated) telah mencapai 70,16 persen.
 
Terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun saat ini, yaitu tujuh stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), serta 6 stasiun bawah tanah (Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia).
Pembangunan MRT Fase I Mencapai 80,15%
Baca: MRT Diproyeksikan jadi Objek Vital Nasional
 
Panjang jalur Lebak Bulus-Bundaran HI mencapai 16 kilometer. Nantinya, MRT akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta.
 
Total tempuh rute ini sekitar 30 menit dengan jarak antarkereta 5 menit sekali. Kereta akan dioperasikan secara otomatis melalui sistem persinyalan communication-based train control (CBTC). Selain itu, rel kereta api MRT Jakarta akan menggunakan direct fixation track, anti-vibration sleeper, PC sleeper, dan ballasted track.
 
Fase 2 Bundaran HI-Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun Oktober 2018. Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni Selatan-Utara dan Timur-Barat (Cikarang, Bekasi-Balaraja, Banten). Koridor Timur-Barat akan mulai dibangun pada 2020 dengan membentang sepanjang 87 kilometer.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>