Pipa air yang terbuat dari batu bata peninggalan Pemerintahan Batavia. Medcom.id/Kautsar Widya
Pipa air yang terbuat dari batu bata peninggalan Pemerintahan Batavia. Medcom.id/Kautsar Widya

Saluran Air Peninggalan Belanda Ditemukan dalam Pembangunan Jalur MRT Glodok-Kota

Kautsar Widya Prabowo • 21 September 2022 03:45
Jakarta: Sejumlah benda peninggalan zaman kolonial ditemukan dalam pembangunan jalur Moda Raya Terpadu (MRT) Fase 2A dengan paket kontrak 203 (CP203). Jalur tersebut terbentang dari Stasiun Glodok hingga Stasiun Kota.
 
Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim mengatakan salah satu harta karun yang ditemukan adalah pipa air yang terbuat dari terakota atau batu bata peninggalan Pemerintahan Batavia. Ia memastikan objek diduga cagar budaya (ODCB) itu tidak dihancurkan, melainkan akan dipindahkan.
 
"Ini bricks (batu bata pipa air) pekerjaanya satu per satu diangkutin. Ini disimpan ya, enggak boleh dibuang," ujar Silvia dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta, di kantor pusat MRT di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa, 20 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Silvia menyebut beberapa bagian batu bata itu rencananya akan digunakan kembali sebagai dalam pembangunan stasiun. Selain itu, di Stasiun Kota nantinya akan dibangun lokasi khusus untuk memamerkan beberapa barang kuno yang ditemukan dalam pembangunan jalur MRT.
 
"Kondisi di bawah Plaza Beos akan kita bangun Grand Plaza Enterance yang menghubungkan Beos dengan Stasiun Kota dengan stasiun MRT dan di bawahnya ada jalur bawah tanahnya kan, di jalur ini kita akan tempatkan display area jadi galery atau museum," jelasnya.
 
Sementara itu, ditemui di lokasi pembangunan jalur MRT, Arkeolog Prof Junus Satrio Atmodjo menjelaskan saluran air peninggalan Tahun 1730 ini sangat penting perannya bagi masyarakat Batavia. Pembangunan pipa itu dilakukan dengan tangan.
 
"Pipanya dari abad 18 direncanakan 1730 tapi data 1755 itu masih dikerjakan. 1780 masih dikerjakan. Jadi prosesnya lama karena bata-batanya didatangkan dari Belanda kita bisa bayangkan dulu kapal-kapal yang berlalu lalang kesini bawa bata. Bata ini digunakan sebagai penyeimbang pipa," jelas Junus.
 

Baca juga: Suplai Air Bersih Kembali Normal Pascarelokasi Pipa Proyek MRT Kelar 


 
Junus menyebut proses pemindahaan artefak itu diprakirakan memakan waktu setengah tahun. Nantinya akan diserahkan ke Dinas Kebudayaan DKI.
 
"Sudah hampir selesai ketika itu diangkat maka kita akan memindahkan sebagian dari pipa yang kita lestarikan itu kemudian pekerjaan stasiun secara fisik mulai dikerjakan," tuturnya.
 
Lebih lanjut, berdasarkan pantaun Medcom.id, temuan pipa zaman Belanda itu memiliki panjang sekitar 400 meter. Di daerah pipa tersebut terdapat batu bata yang berdiri kokoh.
 
Batu bata itu tersusun dengan batu bata merah dan batu bata kuning. Sejumlah tim arkeolog terpantau tengah membersihkan lumpur, tanah, dan kotoran yang ada di pipa dan batu bata agar mudah diangkat. 
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif