MI/ATET DWI PRAMADIA
MI/ATET DWI PRAMADIA

Kasus Pelecehan Seksual Anak, Orang Tua Turut Jadi Korban

17 April 2014 16:01
medcom.id, Jakarta: Bukan hanya sang anak, psikolog Ratih Ibrahim mengatakan orang tua dan keluarga juga ikut menjadi korban. Mereka akan turut mengalami trauma apabila sang anak menjadi korban kekerasan seksual.
 
"Orang tua dan keluarga dekat tentu saja ikut menjadi korban dan mengalami trauma. Meskipun terlihat kuat, seorang ibu yang anaknya menjadi korban kekerasan seksual pasti juga mengalami luka jiwa," kata Ratih Ibrahim di Jakarta, Kamis (17/4/2014).
 
Direktur Personal Growth itu mengatakan kekerasan seksual yang dialami anak pasti juga akan melukai kejiwaan orang tua, adik, kakak, saudara, dan keluarga lainnya.

Seperti halnya anak yang akan trauma dan mengalami luka seumur hidupnya, orang tua pun juga akan mengalami trauma yang sama seperti rasa bersalah. "Karena itu, orang tua yang terlihat kuat dalam mendampingi anaknya sekalipun pada akhirnya akan mencapai titik terendah. Kalau sudah tidak kuat, perlu ada pendampingan dan konseling bagi orang tuanya secara terpisah," tuturnya.
 
Sebagai psikolog sekalipun, Ratih mengatakan tidak akan bisa mengobati luka jiwa sehingga sembuh seperti semula. Yang bisa dilakukan hanyalah meminimalkan dampak negatif yang mungkin muncul. "Karena itu, pendampingan dan konseling perlu dilakukan seumur hidup. Mungkin ada beberapa orang yang menganggap itu berlebihan, tetapi kita tidak bisa menghakimi seseorang karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda," katanya.
 
Publik kembali dikejutkan dengan adanya kasus kekerasan seksual di Jakarta. Kali ini, kekerasan dilakukan petugas kebersihan di sebuah sekolah internasional di kawasan Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya telah menetapkan dua tersangka yang bekerja sebagai petugas kebersihan di sekolah tersebut. Kedua tersangka dikenai Pasal 292 KUHP dan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.
 
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menuturkan penyidik masih mengembangkan penyelidikan karena diduga masih terdapat pelaku lainnya. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan bakteri yang terdapat pada anus korban identik dengan bakteri pada kedua tersangka.(Antara)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>