Ilustrasi--Medcom.id
Ilustrasi--Medcom.id

Kerabat Prabowo Diduga Tak Sendirian Membobol ATM

Nasional pencurian kasus pembobolan dana
Lukman Diah Sari • 24 Maret 2019 20:59
Jakarta: Pelaku pembobolan ATM, Ramyadjie Priambodo, diduga tak sendirian menjalankan aksinya. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menilai aksi ini sulit bila dilakukan seorang diri oleh RP yang merupakan kerabat calon presiden Prabowo Subianto.
 
“Bisa kelompok dan perorangan memang itu harus diselidiki. Memang kadang-kadang ada orang mau main aman main sendiri, tapi agak susah kalau main sendiri,” kata Heru kepada wartawan, Minggu, 24 Maret 2019.
 
Heru mengatakan, pelaku pembobol ATM biasanya berkelompok dengan jaringan internasional. Meski ada pula yang melakukan seorang diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Jadi, ada yang perorangan dan ada yang berkelompok mafia internasional. Pemainnya sudah banyak, kalau kita lihat juga warga negara asing ditangkap,” ucapnya.
 
Heru menilai, kejahatan skimming bertujuan mendapatkan uang dengan cara ilegal. Meskipun risiko yang dihadapi cukup besar.
 
Ramyadjie ditangkap penyidik Polda Metro Jaya diduga membobol ATM. Polisi menyita satu unit mesin ATM, peralatan skimming, laptop, telepon genggam dan beberapa kartu ATM yang sudah dimodifikasi, dan uang Rp300 juta. Ramyadjie pun diketahui sudah 50 kali menarik uang di ATM.
 
Polisi telah memeriksa 10 saksi terkait kasus dugaan pembobolan ATM yang melibatkan Ramyadjie. Hingga saat ini polisi belum menyelidiki adanya dugaan aliran dana ke sejumlah pihak dari hasil membobol ATM. Penyelidikan masih seputar tindakan pidana.
 
Ramyadjie dikenakan pasal berlapis. Pasal 362 KUHP dan/atau pasal 30 juncto Pasal 46 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 81 UU Nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana dan atau pasal 3, 4, 5 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pindana Pencucian Uang (TPPU).
 
"Pasal itu maksudnya dugaan tindak pidana pencurian dan atau mengakses sistem milik orang lain dan atau transfer dana dan atau tindak pidana pencucian uang yang terjadi pada bulan Desember 2018 hingga Januari 2019," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif