Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria (kiri). Medcom.id/Cindy.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria (kiri). Medcom.id/Cindy.

Pemprov Libatkan Bank DKI Pulihkan Ekonomi Warga

Nasional Virus Korona New Normal
Media Indonesia.com • 06 Juli 2020 22:40
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melibatkan Bank DKI untuk menghadapi kenormalan baru (new normal) demi memulihkan perekonomian warga Ibu Kota yang terdampak pandemi covid-19. Keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta itu diharapkan bisa membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bangkit kembali.
 
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, mengatakan pihaknya telah merancang konsep pemulihan ekonomi menjelang kenormalan baru dengan mengundang para ahli di bidangnya. Salah satu cara membangkitkan kembali ekonomi para pelaku UKM melalui kredit usaha rakyat (KUR) Bank DKI.
 
"Insyaallah dalam waktu dekat akan kita sampaikan, karena sudah kami rumuskan solusi yang terbaik supaya Jakarta bisa segera bangkit,” kata Riza di Jakarta, Senin, 6 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Politikus Partai Gerindra itu menyebutkan pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban untuk memulihkan perekonomian masyarakat akibat covid-19. Sebagai badan usaha yang bergerak di bidang perbankan di Jakarta, Riza berharap Bank DKI dapat membantu memberikan kredit yang ringan sebagai modal usaha.
 
Menurut Riza, pemberian kredit ringan ini merupakan bentuk stimulus lain untuk menggerakkan roda perekonomian di Ibu Kota. Pasalnya, DKI juga berencana memberikan intentif pajak dan perizinan kepada pelaku usaha yang masih dikaji formulasinya.
 
"Jadi, Pak Gubernur (Anies Baswedan) dan saya sudah rapat di lingkup internal untuk membahas hal ini,” ujar Riza.
 
Baca: Kasus Sembuh di DKI Lampaui Positif Covid-19 Baru
 
Ariza mengatakan masyarakat Jakarta harus bersiap menghadapi kenormalan baru, karena aktivitas masyarakat akan berjalan normal. Namun, masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan covid-19.
 
Beda halnya dengan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi saat ini, DKI hanya memperbolehkan aktivitas masyarakat di sektor ekonomi, pariwisata, dan sebagainya mencapai 50 persen dari kapasitas.
 
"Berbagai program sudah kami siapkan, tapi sekarang kami masih fokus dalam penanganan dan pencegahan covid-19 itu sendiri, bagaimana memastikan penyebaran virus ini bisa segera berakhir," jelasnya.
 
Riza yakin setelah PSBB transisi berakhir, DKI akan memasuki kenormalan baru. Asalkan masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan hindari kerumunan.
 
"Sekarang Rt memang sudah berada di bawah angka 1, sekalipun ada pelonggaran tapi kita harus tetap waspada. Di PSBB transisi ini pada minggu-minggu depan, kami akan tingkatkan lagi, sanksi juga, aparat dan regulasinya juga," ungkap Riza.
 

(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif